Polman, Komunika Nusantara. Sejumlah Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Luyo menggeelar pertemuan dengan PJ Bupati Polman beesama kadis dalam rangka Peningkatan kemampuan Keluarga
Pertemuan ini dilaksanakan di Dusun Baro-baro, Desa Tenggelang, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Rabu (12/2/2025).
Pj. Bupati Polewali Mandar Muh
Hamziih didampingi oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Azwar Jasin hadir langsung dalam pertemuan tersebut serta para pendampingan Progtam Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Luyo dan pendamping PKH Desa Tenggelang.
Kepala Dinas Sosial Polman, Azwar Jasin dalam sambutannya ia mengatakan pertemuan seperti ini rutin dilakukan oleh teman-teman pendamping PKH. Adanya pertemuan seperti ini adalah cara untuk memberikan edukasi kepada keluarga penerima manfaat (KPM).
“Dalam pertemuan KPM, kami memberikan edukasi kepada masyarakat mulai dari stunting, pendidikan anaknya serta uang diterima di gunakan untuk apa. Jangan sampai bantuan yang diberikan tidak tepat sasaran,” ujar Azwar Jasin.
Azwar mengakui bahwa baru pertama kali ini dirinya bisa bersama Pj Bupati Polman berkunjung kepada keluarga penerima manfaat.
“Saya juga baru pertama kali bertemu dengan masyarakat Dusun Baro-baro, karena banyaknya tugas dan daerah yang harus dikunjungi di Polman,” ucapnya.
Azwar juga menyampaikan kepada Ibu-ibu penerima manfaat jika ada Pendamping PKH tidak mendapangi bapak, ibu dengan baik maka sampaikan sama pihak Dinsos.
“Kalau ada yang tidak mendapangi penerima manfaat, sampaikan kepada kam, nanti saya sebagai kepala Dinas sosial akan memberikan teguran,” tandasnya.
Ditempat yang sama Pj Bupati Polman, Muhammad Hamzih, ia berpesan kepada keluarga penerima manfaat bahwa bantuan yang diterima itu untuk dipergunakan dengan baik sebagaimana yang disampaikan oleh Kadis Sosial.
“Pemerintah memberikan bantuan itu untuk dipergunakan dengan baik, jika bantuan itu berupa uang maka pergunakanlah uang itu dalam pemenuhan kebutuhan dasar anak kita agar tidak stunting dan yang lainnya,” kata Hamzih.
Muh. Hamziih, berpesan uang yang diberikan oleh pemerintah jangan dipake untuk beli lemari atau perabot rumah tangga karena tujuannya bukan untuk itu tapi dipergunakan sesuai dengan peruntukannya. (BRI)














