Polman, Komunika Nusantara..Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, kembali menunjukkan komitmen sosial dan kedekatannya dengan masyarakat melalui kegiatan silaturahmi yang dirangkaikan dengan salat Jumat berjamaah di Masjid Rahmat, Lingkungan Binanga Liu, Kelurahan Manding, Jumat (1/5/2026).
Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Bupati hadir tidak hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai bagian dari jamaah. Di akhir kegiatan, ia menyerahkan bantuan dana pribadi senilai puluhan juta rupiah untuk mendukung proses renovasi Masjid Rahmat yang tengah berlangsung.
“Ini bukan uang bupati, ini uang pribadi Samsul Mahmud. Saya niatkan sebagai bekal di akhirat, mempersiapkan diri sebelum menghadap Sang Pencipta,” ujarnya di hadapan jamaah.
Kegiatan tersebut turut didampingi Penjabat Lurah Manding, Syahril, serta dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas setempat.
Usai salat Jumat, Bupati menyampaikan sejumlah pesan strategis kepada jamaah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memberikan dukungan dan doa dalam menjalankan amanah kepemimpinan di Kabupaten Polewali Mandar.
“Kami bersyukur bisa hadir langsung di tengah masyarakat. Dukungan dan doa sangat kami harapkan agar amanah ini dapat dijalankan dengan baik demi kemajuan daerah,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejak dilantik pada 20 Februari 2025, pemerintah daerah dihadapkan pada keterbatasan fiskal. Meski demikian, berbagai program pembangunan tetap berjalan dengan mengedepankan skala prioritas.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Ia pun menegaskan kepada jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk mengutamakan pelayanan publik.
“Kami tekankan kepada lurah dan camat agar memberikan pelayanan maksimal. Kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama yang disampaikan. Bupati menyebut Kabupaten Polewali Mandar telah mencapai Universal Health Coverage (UHC), sehingga mayoritas masyarakat memiliki akses terhadap layanan kesehatan.
“Pemerintah daerah mengalokasikan sekitar Rp50 miliar untuk pembiayaan BPJS masyarakat. Ini adalah kebutuhan dasar yang wajib kita penuhi,” jelasnya
Selain itu, persoalan banjir yang kerap
terjadi di wilayah perkotaan juga menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah, kata dia, tengah melakukan langkah konkret melalui pembangunan dan pembenahan sistem drainase.
Saat ini, Pemkab Polman sedang menyusun master plan drainase perkotaan sebagai acuan jangka panjang. Program tersebut ditargetkan mulai berjalan optimal pada 2027 guna mengatasi genangan air akibat kapasitas drainase yang terbatas.
“Perencanaan ini penting agar pembangunan lebih terarah dan berdampak. Kami ingin persoalan banjir bisa tertangani secara bertahap,” katanya.
Ia juga mengakui adanya kendala di lapangan, terutama terkait kewenangan sejumlah infrastruktur seperti jalan nasional Trans Sulawesi yang memerlukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Meski demikian, komunikasi terus dilakukan secara intensif agar penanganan banjir dapat segera direalisasikan.
Kegiatan silaturahmi tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk terus hadir di tengah masyarakat, menyerap aspirasi, sekaligus memperkuat sinergi dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.














