Polman, Komunika Nusantaea. Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Peternakan (Disbuntarnak) Kabupaten Polewali Mandar, Jumadil Tappawali, menghadiri kegiatan Tudang Sipulung atau Missulekka.
“Missulekka” dalam bahasa Mandar, yang dirangkaikan dengan tradisi “Madduppa Bua Ase” (menyambut hasil panen padi) di Desa Ugi Baru, Kecamatan MapilliMapilli, Rabu 7/05/2026.
Dalam kesempatan tersebut, Jumadil memaparkan besarnya potensi sektor pertanian di Desa Ugi Baru yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan pertanian produktif di Kecamatan Mapilli.
Berdasarkan data teknis Dinas Pertanian, luas sawah irigasi teknis di Desa Ugi Baru mencapai sekitar 336 hektare dengan indeks pertanaman (IP) 250 atau rata-rata 2,5 kali panen dalam setahun. Dengan produktivitas mencapai 7 ton per hektare, total produksi padi diperkirakan mencapai 5.880 ton gabah per tahun.
Jika dihitung menggunakan harga Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp7,3 juta per ton, maka potensi omzet pertanian di Desa Ugi Baru dapat mencapai sekitar Rp44,1 miliar dalam satu tahun.
Menurut Jumadil, angka tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat desa dan harus terus dijaga melalui penguatan irigasi, pendampingan petani, serta pelestarian budaya pertanian lokal.
“Kegiatan Tudang Sipulung seperti ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang musyawarah petani untuk memperkuat semangat gotong royong dan meningkatkan hasil produksi pertanian,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi masyarakat dan kelompok tani Desa Ugi Baru yang tetap mempertahankan tradisi budaya Mandar di tengah perkembangan sektor pertanian modern.
Tradisi “Madduppa Bua Ase” sendiri merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang diperoleh, sekaligus simbol penghormatan terhadap nilai-nilai kebersamaan dan budaya lokal yang diwariskan turun-temurun.














