Polman, Komunika Nusantara.Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menegaskan pentingnya peran pondok pesantren dalam membentuk generasi penerus sekaligus mendorong kemajuan daerah.
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Dr. Aco Musaddad HM, saat mewakili Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tingkat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Nahdlatul Ummah Battetangnga, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Sabtu (5/9/2026).
Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakannya, Aco Musaddad menyampaikan bahwa pembangunan Polewali Mandar tidak akan lengkap tanpa kontribusi para santri dan ulama.
Menurutnya, pondok pesantren tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu agama, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan peradaban masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar memandang pesantren bukan sekadar tempat menuntut ilmu agama. Pesantren adalah laboratorium peradaban. Santri adalah aset terbesar yang dimiliki oleh Polewali Mandar,” ujar Aco Musaddad di hadapan para santri dan tamu undangan.
Dalam momentum Maulid tersebut, Pemkab Polman menitipkan empat pesan penting kepada para santri dan pembina pesantren.
Pertama, sebagai agen perubahan sosial. Santri diharapkan mampu membawa perubahan positif di tengah masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan akhlak yang mulia.
Kedua, sebagai pengontrol sosial. Santri diharapkan menjadi benteng moral yang mampu menjaga masyarakat dari berbagai pengaruh negatif dan kemunduran zaman.
Ketiga, menjadi contoh gerakan berjamaah. Kebersamaan, persatuan, dan semangat gotong royong dinilai menjadi kekuatan penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan daerah.
Keempat, menjadi penjaga warisan ulama. Pesantren diharapkan terus menjadi pusat syiar Islam yang ramah, damai, serta membawa nilai-nilai Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.
Pemkab Polman juga mengingatkan kembali prinsip “Hubbul Wathan Minal Iman”, yakni kecintaan terhadap tanah air sebagai bagian dari keimanan.
Menurut Pemkab, kemajuan daerah yang maju dan berkah membutuhkan perpaduan antara kecerdasan intelektual, pembangunan fisik, serta kekuatan spiritual yang salah satunya tumbuh dari lingkungan pondok pesantren.
Apresiasi juga disampaikan kepada para pembina pesantren yang selama ini mendedikasikan waktu dan tenaga dalam membentuk generasi Qurani.
Sementara kepada para santri, pemerintah berpesan agar terus menggantungkan cita-cita setinggi langit, namun tetap membumi dengan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.
Peringatan Maulid tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat Dr. Adnan Nota, jajaran kepala bidang Kanwil Kemenag Sulbar, serta para Kepala Kantor Kemenag kabupaten se-Sulawesi Barat.
Turut hadir unsur Forkopimda Polewali Mandar, Pimpinan Pondok Pesantren Nahdlatul Ummah Battetangnga, para santri, serta Habib Fadlun Al Mahdali yang menyampaikan hikmah Maulid.












