Polman, Komunika Nusantara..Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Pagelaran Seni Panggung Gembira di Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani, Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, berlangsung meriah, Sabtu (26/9/2026).

Rangkaian kegiatan tersebut dihadiri ribuan undangan dari berbagai unsur, mulai dari tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, anggota legislatif, hingga keluarga b

Hadir antara lain Habib Syekh Abdul Rahim Assegab (Puang Makka) selaku Dewan Penasihat Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar beserta jajaran, Staf Ahli Bupati Polman Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, serta anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat dan DPRD Kabupaten Polewali Mandar.

Turut hadir perwakilan Direktorat Pesantren Kementerian Agama Republik Indonesia, Firda Thawil, S.Ag., M.Pd., selaku Kasubtim Ketenagaan pada Subdit Pendidikan Muadalah dan Pendidikan Formal, Direktorat Pesantren.

Kehadiran Firda Thawil menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan tersebut karena sekaligus menandai peluncuran resmi Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) tingkat Wustha dan Ulya Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani.

Peluncuran SPM tersebut menjadi momentum penting dalam pengembangan pendidikan pesantren, khususnya dalam memperkuat penyelenggaraan pendidikan muadalah di lingkungan Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani.

Hikmah Maulid Nabi disampaikan Ketua MUI Kota Parepare, Prof. Dr. Hannani, M.Ag. Dalam tausiyahnya, Prof. Hannani mengingatkan agar peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dan kemeriahan semata.

Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui keteladanan terhadap akhlak dan perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut sejalan dengan tujuan utama pendidikan pesantren, yakni melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki adab, akhlak, kemandirian, dan karakter yang kuat.

Panggung Gembira, Bukan Sekadar Hiburan

Setelah rangkaian Maulid Nabi pada pagi hari, kegiatan dilanjutkan pada malam harinya dengan Pagelaran Seni Panggung Gembira.

Para santri dan santriwati tampil membawakan beragam pertunjukan seni yang telah dipersiapkan melalui proses latihan cukup panjang.

Namun, Panggung Gembira di Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani tidak ditempatkan semata-mata sebagai pertunjukan hiburan.

Di balik setiap penampilan terdapat proses pendidikan yang harus dijalani para santri. Mereka belajar menyusun konsep, berlatih secara disiplin, membagi tugas, bekerja dalam kelompok, mengikuti arahan, mengatasi rasa gugup, hingga bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan.

Karena itu, nilai utama Panggung Gembira bukan hanya terletak pada penampilan di atas panggung, tetapi justru pada proses yang dilalui para santri sebelum mereka tampil.

Proses tersebut menjadi ruang pembelajaran untuk membangun mental, kemandirian, kreativitas, keberanian, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab.

Semarak kegiatan semakin terasa dengan hadirnya ucapan selamat dan dukungan dari sejumlah tokoh melalui video testimoni.

Dukungan tersebut antara lain datang dari Menteri Pendidikan Republik Indonesia, Kepala Biro SDM Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI yang merupakan alumni Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani, Direktur Jenderal Pesantren, Gubernur Sulawesi Barat, Kepala Bank Indonesia wilayah Sulawesi Barat, serta Rektor IAIN Pontianak yang juga merupakan Ketua Dewan Penasihat Yayasan Pesantren Syekh Hasan Yamani.

Ucapan dukungan juga datang dari Fadly, vokalis Padi Reborn, serta sejumlah alumni Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani yang kini telah berkiprah di berbagai bidang di tengah masyarakat.

Meskipun disampaikan melalui video, dukungan tersebut memberikan semangat tersendiri bagi keluarga besar pesantren, terutama para santri yang telah mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan.

Pimpinan dan Dewan Masyaikh Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

Apresiasi diberikan kepada panitia, wali santri, alumni, masyarakat, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam bentuk tenaga, pikiran, fasilitas, materi maupun doa.

Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada para santri dan santriwati yang telah bekerja keras, menjaga kedisiplinan, serta menunjukkan semangat selama proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.

Di penghujung rangkaian kegiatan, Pimpinan Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani bersama Dewan Masyaikh kembali menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut pada hakikatnya bermuara pada satu tujuan: pendidikan.

Kemeriahan Maulid Nabi dan Panggung Gembira bukanlah tujuan akhir. Yang lebih penting adalah proses dan pengalaman pendidikan yang diperoleh para santri selama mempersiapkan dan menjalankan seluruh rangkaian kegiatan.

Di sana mereka belajar tentang tanggung jawab, disiplin, kerja sama, kepemimpinan, keberanian, kreativitas, adab, sekaligus bagaimana menjalankan sebuah amanah dengan sungguh-sungguh.

Begitu pula dengan peringatan Maulid Nabi. Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan acara, tetapi mampu menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW yang tercermin dalam akhlak dan perilaku sehari-hari.

Pada akhirnya, panggung akan selesai, lampu akan dipadamkan, dan kemeriahan acara akan berakhir. Namun, pengalaman, nilai pendidikan, akhlak, kedisiplinan, dan keteladanan yang diperoleh para santri diharapkan tetap hidup dan menjadi bekal mereka dalam menjalani kehidupan di masa depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here