Mamuju, Komunika Nusantara— Kepala Kantor Imigrasi Mamuju, Yosa, memaparkan langkah-langkah strategis yang mereka lakukan sepanjang tahun ini melalui konferensi pers yang digelar di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Mamuju pada Selasa, (2/12/25).
Menutup tahun 2025 dengan capaian kinerja spektakuler. Tidak hanya memperketat pengawasan orang asing (WNA), efektivitas pelayanan publik, transparansi pengaduan, hingga prestasi nasional berhasil diraih.
Bahkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) ikut melonjak drastis, menegaskan komitmen lembaga ini sebagai garda depan pelayanan keimigrasian di Sulawesi Barat.
Dua isu utama pengawasan WNA dan layanan publik menjadi fokus utama dan berhasil menunjukkan hasil signifikan.
Imigrasi Mamuju mencatat peningkatan pengawasan terhadap WNA yang beraktivitas di wilayah Sulawesi Barat.
Melalui pemeriksaan lapangan, pendataan izin tinggal, dan operasi rutin lintas-instansi, sejumlah pelanggaran berhasil ditemukan.
“Pengawasan orang asing terus kami perkuat. Sepanjang tahun ini, tim kami melakukan puluhan pemeriksaan lapangan dan menemukan sejumlah pelanggaran izin tinggal. Ada juga beberapa modus baru yang kami identifikasi.” jelas Yosa.
Pelanggaran terbanyak masih terkait penyalahgunaan izin tinggal serta ketidaksesuaian aktivitas dengan tujuan kedatangan.
Dalam aspek pelayanan publik, Kantor Imigrasi Mamuju mencatat puluhan laporan dan pengaduan masyarakat terkait layanan paspor, antrean, informasi, dan dugaan keterlambatan penanganan berkas.
“Kami memiliki mekanisme penanganan pengaduan yang wajib ditindaklanjuti secara transparan. Setiap laporan kami cek ulang, dan jika ditemukan pola yang berulang, itu langsung menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan sistem layanan,” ujar Yosa.
Upaya ini terbukti efektif. Sepanjang 2025, pelayanan paspor dinilai lebih responsif, antrean lebih tertata, serta komunikasi informasi kepada publik semakin jelas.
Capaian gemilang juga datang dari tingkat nasional. Imigrasi Mamuju meraih Anugerah Humas Imigrasi Indonesia (AHII) 2025 sebagai Terbaik ke-3 kategori Pengelolaan Pelayanan Informasi dan Pengaduan Masyarakat.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa reformasi pelayanan yang dilakukan berjalan nyata, sekaligus menempatkan Imigrasi Mamuju sebagai salah satu satuan kerja dengan standar layanan terbaik di Indonesia.
Capaian paling mencolok datang dari kontribusi pendapatan negara bukan pajak (PNBP). Dengan target Rp1.054.295.000, realisasi PNBP justru melambung hingga Rp2.773.559.887, atau 263,07% hingga November 2025.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa bukan hanya pelayanan yang meningkat, tetapi juga disiplin, tanggung jawab, dan kapasitas tata kelola yang berdampak langsung pada pemasukan negara.
Menutup konferensi pers, Imigrasi Mamuju menegaskan bahwa 2026 akan menjadi tahun penguatan layanan, peningkatan kecepatan penerbitan paspor, dan operasi pengawasan WNA yang lebih terstruktur.
Konferensi pers ini tidak hanya menjadi ruang evaluasi, tetapi juga bukti terbuka bahwa Imigrasi Mamuju siap bergerak lebih cepat, lebih transparan, dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat Sulawesi Barat. ( Bs)









