Polman, Kimunika Nusantara. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar (Polman), H. Arifin Yambas, S.Sos., MM., menghadiri kegiatan Pelatihan Implementasi Digitalisasi Pembelajaran Gugus 2 yang dipusatkan di SD Negeri 029 Paluppung, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar.
Dalam sambutannya, Arifin Yambas menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga pada kepedulian terhadap keselamatan, kesehatan, dan pembentukan karakter peserta didik.
Di hadapan para peserta pelatihan, Arifin turut menyoroti ancaman peredaran narkoba di kalangan pelajar serta kondisi kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan anak-anak di wilayah Polewali Mandar.
Terkait bahaya narkoba, ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif orang tua dan guru dalam mengawasi serta mendampingi anak, terutama dalam menghadapi pengaruh negatif lingkungan pergaulan.
Menurutnya, upaya melindungi generasi muda dari ancaman narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada pihak sekolah. Diperlukan sinergi antara keluarga, tenaga pendidik, dan masyarakat agar anak-anak memperoleh pengawasan, edukasi, serta pendampingan yang memadai sejak dini.
Orang tua diharapkan lebih memperhatikan pergaulan dan aktivitas anak, sementara guru memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba sekaligus menanamkan nilai-nilai positif di lingkungan sekolah.
Selain persoalan narkoba, Arifin juga mengingatkan para guru untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap yang dapat memengaruhi kualitas udara di wilayah Polewali Mandar.
Ia mengimbau para guru agar mengingatkan peserta didik menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan serta membatasi kegiatan luar ruang apabila kondisi udara tidak sehat.
Langkah pencegahan tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak yang rentan terhadap paparan asap. Karena itu, keselamatan dan kenyamanan peserta didik perlu menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran.
Melalui pelatihan implementasi digitalisasi pembelajaran ini, Arifin berharap para guru semakin mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Namun, menurutnya, transformasi pendidikan tidak cukup hanya melalui penggunaan perangkat dan aplikasi digital. Guru juga harus mampu menjalankan peran sebagai pendidik yang membentuk karakter, menanamkan kesadaran akan bahaya narkoba, serta menjaga lingkungan belajar yang aman dan sehat bagi seluruh peserta didik.
Dengan demikian, peningkatan kompetensi digital diharapkan berjalan seiring dengan penguatan tanggung jawab guru dalam mendidik, melindungi, dan mempersiapkan generasi muda Polewali Mandar menghadapi tantangan masa depan.











