Polman, Komunika Nusantara. Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar kolaborasi dengan BWS V Mamuju dan BRMP Sulawesi Barat terus bergerak cepat mengantisipasi ancaman kekeringan yang melanda areal persawahan di Desa Rappang Barat. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengoptimalkan fungsi Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) melalui pemanfaatan sumur bor dalam guna memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian.

Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (Disbun TPH-Bunak) Kabupaten Polewali Mandar, Moh. Jumadil Tappawali , mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, usai meninjau langsung lokasi persawahan yang terdampak kekeringan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V Mamuju untuk mempercepat penanganan kekeringan, sehingga kebutuhan air irigasi petani dapat segera terpenuhi.

“Optimalisasi sumur bor JIAT menjadi solusi cepat yang dilakukan pemerintah untuk membantu petani menghadapi kekurangan pasokan air selama musim kemarau,” ujar Moh. Jumadil.

Selain mengoperasikan sumur bor JIAT, Dinas Pertanian melalui dukungan Kementerian Pertanian melalui BRMP Sulawesi Barat juga akan membangun jaringan irigasi perpipaan yang memanfaatkan sumber air dari saluran Sekka-Sekka Maloso Kiri.

Program tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian di wilayah tersebut.

Diperkirakan sekitar 200 hektare lahan persawahan di Desa Rappang Barat terdampak ancaman kekeringan. Dengan berbagai langkah yang dilakukan pemerintah, diharapkan kebutuhan air irigasi dapat terpenuhi sehingga petani tetap dapat melanjutkan aktivitas bercocok tanam dan risiko gagal panen dapat ditekan.

Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat, Balai Wilayah Sungai Sulawesi V Mamuju, BRMP Sulawesi Barat serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga ketahanan pangan dan melindungi sektor pertanian dari dampak musim kemarau.

BWS V Mamuju juga telah membuka hotline satgas kekeringan yang dapat diakses oleh petani untuk melaporkan kekeringan untuk diantisipasi bersama lahan yang terdampak melalui nomor telepon satgas kekeringan +62 821-5999-910

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here