GORONTALO, Komunika Nusantara. Kontingen Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, berhasil mencuri perhatian pengunjung pada ajang Pekan Nasional (Penas) KTNA 2026 di Gorontalo, Sabtu 20/06/2026.

Berbagai produk unggulan daerah yang dipamerkan mendapat sambutan positif, terutama olahan pangan lokal berbahan dasar jawawut dan tareang yang laris diburu pengunjung.

Salah satu produk yang paling banyak diminati adalah bubur tareang dan berbagai olahan jawawut. Tingginya minat pengunjung membuat petugas stan kewalahan melayani permintaan yang terus berdatangan selama pameran berlangsung.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Polewali Mandar, Hj. Dahlia, SP., MP., menjelaskan bahwa jawawut merupakan salah satu pangan lokal unggulan yang dimiliki Polewali Mandar dan telah mendapat pengakuan sebagai komoditas khas daerah.

“Jawawut merupakan pangan lokal yang dapat menjadi alternatif pengganti beras. Bahan ini bisa diolah menjadi nasi, buras, dodol, hingga berbagai makanan tradisional lainnya,” ujarnya.

Menurut Dahlia, masih banyak masyarakat yang menganggap jawawut sebagai makanan burung karena bentuk fisiknya yang mirip dengan beberapa jenis biji-bijian lain. Padahal, jawawut merupakan tanaman pangan yang memiliki nilai gizi tinggi dan telah lama dikonsumsi masyarakat di beberapa wilayah Polewali Mandar.

Pada pameran tersebut, kontingen Polewali Mandar menampilkan berbagai produk olahan jawawut, termasuk dodol jawawut yang menjadi salah satu produk favorit pengunjung. Dalam sehari, sejumlah kilogram bahan baku jawawut habis diolah untuk memenuhi permintaan.

Selain memperkenalkan produk pangan lokal, keikutsertaan Polewali Mandar dalam Penas KTNA juga menjadi ajang promosi potensi pertanian daerah. Dahlia menegaskan bahwa Kabupaten Polewali Mandar merupakan salah satu daerah penyangga pangan di Sulawesi Barat dengan produksi beras yang surplus setiap tahunnya.

“Kebutuhan beras masyarakat Polewali Mandar sekitar 220 ribu ton per tahun, sementara produksi mencapai lebih dari 320 ribu ton. Artinya, selain mampu memenuhi kebutuhan daerah sendiri, kita juga dapat memasok ke daerah lain,” jelasnya.

Ia berharap promosi pangan lokal seperti jawawut dan tareang dapat semakin dikenal masyarakat luas serta menjadi alternatif pangan yang bernilai ekonomi bagi petani dan pelaku usaha di Polewali Mandar.

Keberhasilan produk-produk unggulan Polewali Mandar menarik perhatian pengunjung di Penas KTNA 2026 menjadi bukti bahwa pangan lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan bersaing di tingkat nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here