POLMAN, Komunika Nusantara. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Polewali Mandar terus menggelar berbagai kegiatan sosial dan keagamaan selama bulan suci Ramadan melalui program Amaliah Ramadan yang dilaksanakan secara bergilir di sejumlah kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (5/3/2026).

Ketua PGRI Polewali Mandar, Arifin Yambas, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu program unggulan organisasi yang rutin dilaksanakan setiap Ramadan dengan melibatkan pengurus PGRI mulai dari tingkat kabupaten hingga cabang.

Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada kegiatan Ibadah mahdhah
tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian sosial para guru terhadap masyarakat, khususnya di bulan yang penuh berkah.

“PGRI merupakan wadah yang menghimpun para guru. Kita semua mengetahui bahwa para guru memiliki penghasilan, baik dari gaji maupun sertifikasi. Karena itu kami mengajak seluruh anggota untuk menyisihkan sebagian rezekinya melalui zakat, sedekah, dan berbagai kegiatan berbagi kepada masyarakat,” ujar Arifin.

Ia menegaskan, semakin seseorang rajin mengeluarkan zakat dan bersedekah, maka rezeki yang dimiliki akan semakin bersih serta mendatangkan keberkahan.

“Jangan pernah berpikir bahwa dengan bersedekah atau mengeluarkan zakat, harta kita akan berkurang. Justru sebaliknya, semakin banyak kita berinfak, Allah SWT akan menggantinya dengan rezeki yang lebih besar,” jelasnya.

Arifin juga mengingatkan bahwa pada hakikatnya setiap rezeki yang diperoleh seseorang terdapat hak orang lain di dalamnya, seperti fakir miskin, anak yatim, serta masyarakat yang membutuhkan.

Program Amaliah Ramadan PGRI Polman diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya pembagian takjil, safari Ramadan, hingga penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu.

Kegiatan tersebut telah dilaksanakan secara bergilir di beberapa kecamatan, di antaranya Wonomulyo, Tutar, dan Polewali. Pada kegiatan yang digelar di Kecamatan Polewali baru-baru ini, PGRI menyalurkan sekitar 300 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, PGRI juga menginstruksikan seluruh pengurus, mulai dari tingkat kabupaten hingga cabang, untuk turut membantu masyarakat yang tertimpa musibah, termasuk korban kebakaran di sejumlah wilayah di Polewali Mandar.

“Ketika ada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah kebakaran, kami juga menggerakkan pengurus PGRI untuk turun langsung memberikan bantuan,” katanya.

Ia memastikan setiap bantuan yang disalurkan telah melalui proses pendataan agar tepat sasaran. Warga penerima bantuan biasanya diberikan voucher oleh panitia setelah melalui proses verifikasi.
Meski demikian, Arifin mengakui masih ada masyarakat yang layak menerima bantuan namun belum terdata. Karena itu pihaknya berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem pendataan agar bantuan dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.

Dalam rangkaian safari Ramadan tersebut, PGRI Polman bersama PGRI cabang telah melaksanakan kegiatan di sejumlah kecamatan, di antaranya Wonomulyo, Matakali, Tapango, Mapilli, Bulo, Matangnga, Polewali, Anreapi, dan Binuang, serta akan dilanjutkan hingga menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi pengingat bahwa setiap rezeki yang kita peroleh terdapat hak orang lain di dalamnya. Terlebih di bulan Ramadan, setiap amal kebajikan akan dilipatgandakan pahalanya,” tutup Arifin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here