Polman, Komunika Nusantara. Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar kembali menorehkan prestasi membanggakan di sektor peternakan. Untuk kesepuluh kalinya secara berturut-turut, daerah ini menjadi penyumbang sapi kurban Bantuan Masyarakat (Banmas) Presiden dengan bobot terbesar di Provinsi Sulawesi Barat.

Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan pembinaan peternakan yang berkelanjutan, sekaligus mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan para peternak dalam menghasilkan ternak unggulan berkualitas tinggi.

Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Polewali Mandar, Mohammad Jumadil, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 terdapat empat ekor sapi terbaik yang lolos seleksi ketat dari total 20 peserta.

“Seluruh sapi yang mengikuti seleksi memiliki kualitas unggul dan telah memenuhi standar kesehatan serta bobot yang dipersyaratkan,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Dari empat sapi tersebut, satu ekor dengan bobot tertinggi akan dipersiapkan untuk kurban tingkat provinsi. Sementara tiga lainnya akan didistribusikan ke kabupaten yang belum memiliki sapi dengan bobot minimal 800 kilogram.

Sapi-sapi unggulan ini berasal dari sejumlah kecamatan, seperti Luyo, Wonomulyo, Mapilli, Tapango, Limboro, hingga Tinambung. Tingginya partisipasi peternak dinilai mencerminkan meningkatnya kesadaran dalam menghasilkan ternak berkualitas.

Menariknya, empat peternak yang lolos seleksi seluruhnya berasal dari Kecamatan Wonomulyo. Mereka adalah Muh. Nur dari Desa Sumberjo dengan sapi “Bagong” jenis limosin berbobot 1.150 kilogram, H. Iskandar Ngani dari Desa Sugihwaras dengan sapi “Bima” jenis simental berbobot 1.053 kilogram, Muhammad Yusuf dari Desa Bumimulyo dengan sapi “Blecki” jenis brangus berbobot 1.011 kilogram, serta Andrian Henri Prayoga dari Desa Sugihwaras dengan sapi “Arjuna” jenis simental berbobot 960,3 kilogram.

Menurut Jumadil, keberhasilan ini tidak terlepas dari peran strategis para inseminator di lapangan yang menjadi ujung tombak dalam program pembibitan ternak.

“Ini merupakan hasil kerja panjang. Melalui teknik pembibitan yang terukur dan berkelanjutan, para inseminator mampu menghasilkan sapi berkualitas yang dapat bersaing hingga tingkat nasional,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah turut melibatkan aparat kecamatan dan desa untuk melakukan pengawasan intensif terhadap sapi-sapi terpilih hingga waktu penyembelihan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan ternak tetap optimal.

Lebih jauh, program sapi kurban Banmas Presiden diharapkan mampu mendorong lahirnya peternak profesional, termasuk dari kalangan generasi milenial yang mampu mengelola usaha peternakan secara modern dan berbasis standar operasional yang jelas. Dampaknya diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas ternak, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Dalam waktu dekat, tim dari Kesekretariatan Kepresidenan dijadwalkan melakukan proses penawaran harga kepada empat peternak terpilih secara daring, sebelum dilanjutkan dengan tahapan administrasi di tingkat provinsi hingga penetapan final.

Prestasi ini menegaskan bahwa keberhasilan sektor peternakan merupakan hasil dari kerja kolektif yang konsisten. Pemerintah daerah pun diharapkan terus memperkuat dukungan sarana dan prasarana, guna menjaga dan meningkatkan capaian di masa mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here