GORONTALO, Komunika  Nusantara.Sosok Edy Rasyid,SH.MH, pemuda asal Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menjadi perhatian peserta Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang berlangsung di Gorontalo.

Meski memiliki latar belakang pendidikan hukum, Edy memilih menekuni sektor pertanian, khususnya perkebunan durian. Keputusan tersebut membuahkan hasil yang membanggakan, dengan usaha perkebunan durian yang kini mampu menghasilkan omzet yang sangat menjanjikan.

Pada kegiatan Temu Usaha Agribisnis yang digelar di Limboto, Gorontalo, Senin (22/6/2026), Edy mendapat kesempatan mempresentasikan keberhasilan usaha perkebunan durian yang dikelolanya di hadapan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

Mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan dalam Mewujudkan Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045”, kegiatan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman dan peluang kemitraan antar pelaku usaha pertanian.

Dalam presentasinya, Edy menjelaskan perjalanan usahanya yang berawal dari kecintaannya terhadap dunia perkebunan. Dengan ketekunan, inovasi, dan manajemen usaha yang baik, ia berhasil mengembangkan Kebun Raya Bulo yang kini membudidayakan berbagai varietas durian unggulan seperti Otong, Musang King, serta sejumlah varietas premium lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Menurut Edy, permintaan pasar terhadap durian berkualitas terus mengalami peningkatan, sehingga membuka peluang usaha yang sangat besar bagi petani.

“Pertanian memiliki prospek yang sangat besar jika ditekuni dengan serius. Saya ingin menunjukkan bahwa generasi muda tidak perlu ragu terjun ke sektor pertanian karena peluangnya sangat terbuka,” ujar Edy di hadapan peserta PENAS.

Tak hanya memaparkan keberhasilan usahanya, Edy yang juga menjabat sebagai Ketua Korporasi Petani Durian Kebun Raya Bulo turut memperkenalkan rencana kemitraan strategis dengan PT Syngenta Indonesia.

Kerja sama tersebut difokuskan pada peningkatan kesejahteraan petani melalui penyediaan benih jagung hibrida berkualitas tinggi varietas NK, serta program pelatihan dan pendampingan agronomi bagi petani durian dan petani jagung.

Melalui program kolaborasi tersebut, lahan baru penanaman durian akan dimanfaatkan secara optimal dengan sistem tumpangsari, yakni menanam jagung di sela-sela tanaman durian menggunakan varietas hibrida NK produksi PT Syngenta Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menambah pendapatan petani.

Keberhasilan Edy menjadi inspirasi bagi banyak peserta PENAS, khususnya generasi muda. Ia membuktikan bahwa latar belakang pendidikan tidak menjadi penghalang untuk sukses di sektor pertanian. Dengan semangat kewirausahaan, inovasi, dan pemanfaatan teknologi, pertanian mampu menjadi sektor yang menjanjikan dan berdaya saing tinggi.

Melalui ajang PENAS XVII Gorontalo 2026, Edy berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan komoditas unggulan daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here