Polman, Komunika Nusantara. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, Arifin Yambas, melakukan kunjungan langsung ke SD 060 Lolle yang berada di Desa Salarri, Kecamatan Limboro, untuk melihat secara dekat kondisi sekolah yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi akses maupun sarana dan prasarana.

Perjalanan menuju sekolah tersebut tidaklah mudah. Untuk mencapai SD 060 Lolle, rombongan harus melewati jalan di lereng pegunungan serta menyeberangi aliran sungai kecil sebanyak dua kali. Kondisi jalan yang sempit dan berbatu membuat akses menuju sekolah hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, sehingga menyulitkan mobilitas guru, siswa, maupun masyarakat.

Selain akses yang sulit, kondisi bangunan sekolah juga masih jauh dari ideal. Dari beberapa ruang belajar yang ada, hanya dua ruang kelas yang dinilai layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Sementara ruang kelas lainnya merupakan bangunan lama yang kondisinya sudah memerlukan rehabilitasi.

Kendala lain yang dihadapi sekolah adalah keterbatasan air bersih yang hingga kini masih menjadi persoalan utama dalam menunjang aktivitas belajar di lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah SD 060 Lolle mengungkapkan harapannya agar pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan sekolah, terutama perbaikan akses jalan, pembangunan ruang belajar baru, serta penyediaan sarana air bersih.

“Alhamdulillah, meskipun dengan segala keterbatasan, jumlah siswa kami saat ini sudah mencapai puluhan orang. Kami optimistis apabila akses jalan menuju sekolah diperbaiki dan tersedia tambahan ruang kelas serta fasilitas pendukung lainnya, maka minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di sini akan semakin meningkat,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Polewali Mandar, Arifin Yambas, menyampaikan bahwa kunjungan lapangan dilakukan untuk memastikan kondisi riil sekolah sehingga pemerintah dapat menentukan skala prioritas pembangunan secara tepat.

Menurutnya, sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil dengan akses sulit dan kondisi bangunan yang memprihatinkan akan menjadi perhatian dalam penyusunan program pembangunan pendidikan ke depan.

“Setelah melihat langsung kondisi SD 060 Lolle, kami memahami berbagai tantangan yang dihadapi.

Pemerintah akan memprioritaskan penanganan sekolah-sekolah yang benar-benar membutuhkan, baik dari sisi bangunan maupun akses menuju sekolah. Dengan demikian, bantuan pemerintah dapat tepat sasaran dan proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik demi masa depan anak-anak kita,” ujar Arifin Yambas.

Ia menegaskan bahwa pemerataan pembangunan pendidikan menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar agar seluruh anak, termasuk yang berada di wilayah terpencil, memperoleh hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan di SD 060 Lolle, sehingga para guru dapat mengajar dengan lebih nyaman dan para siswa memperoleh lingkungan belajar yang aman, layak, serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here