Polman, Komunika Nusantara. Rencana pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Polewali Mandar pada 15 September 2026 mulai diragukan. Sejumlah fasilitas di SR yang berlokasi di Desa Sambaliwali, Kecamatan Luyo, masih dalam tahap pengerjaan saat Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melakukan pemantauan, Kamis (10/9/2026).

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pasalnya, Sekolah Rakyat Polman akan segera ditempati ratusan siswa, sementara aktivitas pembangunan dan penyelesaian sejumlah fasilitas masih berlangsung di kawasan sekolah.

Pemantauan lokasi dipimpin langsung Asisten II Setda Kabupaten Polewali Mandar, Andi Mahadiana Djabbar. Rombongan turun langsung untuk memastikan kesiapan bangunan dan fasilitas sebelum digunakan oleh para siswa.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa kesiapan fasilitas belum sepenuhnya meyakinkan. Andi Mahadiana Djabbar mengatakan pelaksanaan MPLS pada 15 September 2026 kemungkinan belum dapat dilaksanakan apabila sejumlah fasilitas yang dibutuhkan siswa belum diselesaikan.

“Setelah kami melakukan pemantauan, kemungkinan MPLS pada tanggal tersebut belum bisa dilakukan. Kami berharap ketika kami datang kembali, fasilitas yang saat ini masih kurang sudah lengkap semuanya,” kata Andi Mahadiana.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Polewali Mandar, Faisal Katohidar, juga mengingatkan agar pelaksanaan kegiatan tidak dipaksakan hanya untuk mengejar jadwal.

Menurutnya, keselamatan dan kenyamanan siswa harus menjadi pertimbangan utama, terutama karena aktivitas pekerjaan pembangunan masih berlangsung di lingkungan sekolah.
“Jangan buru-buru. Kasihan anak-anak kalau masih ada aktivitas pekerjaan. Kita khawatir jangan sampai terjadi sesuatu kepada siswa. Sebaiknya dilakukan pembenahan terlebih dahulu,” ujarnya.

Kekhawatiran tersebut muncul karena di tengah persiapan penerimaan siswa, sejumlah pekerjaan fisik masih terlihat berlangsung. Persoalannya bukan hanya soal gedung yang dapat digunakan, tetapi juga kesiapan seluruh lingkungan sekolah agar benar-benar aman dan layak bagi anak-anak.

Kepala Sekolah Rakyat Polman mengakui sebagian sarana untuk kegiatan belajar mengajar telah dapat digunakan. Namun, fasilitas tempat tinggal siswa masih belum maksimal dan pekerjaan di lokasi masih berlangsung.

Karena itu, pihak sekolah meminta agar penyelesaian seluruh pekerjaan menjadi prioritas sebelum siswa mulai menjalani aktivitas belajar dan tinggal di lingkungan Sekolah Rakyat.

“Kalau sarana belajar mengajar sudah bisa ditempati, tetapi fasilitas tempat tinggal belum maksimal. Sementara pekerjaan masih berlangsung. Sebaiknya dituntaskan dulu, kemudian kita bicarakan seperti apa yang terbaik sebelum ditempati,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pelaksana SR Polman, Darozi, mengatakan seluruh masukan dari Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar akan menjadi bahan evaluasi.

Ia meminta pemerintah daerah kembali melakukan pemantauan pada 15 September 2026 untuk melihat perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan sejumlah fasilitas yang masih dinilai kurang dapat segera dilengkapi.

Sekolah Rakyat Polman tercatat menerima 270 siswa baru. Ditambah 96 siswa lama, total peserta didik yang akan berada di SR Polman mencapai 366 siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA.
Jumlah tersebut membuat kesiapan fasilitas menjadi persoalan penting.

Setiap kekurangan akan berdampak langsung terhadap kebutuhan ratusan siswa yang akan belajar sekaligus tinggal di kawasan Sekolah Rakyat Polman.
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar kini dihadapkan pada pilihan antara mengejar jadwal pembukaan MPLS atau memastikan seluruh fasilitas benar-benar siap digunakan.

Di tengah masih berlangsungnya pekerjaan pembangunan, keselamatan dan kenyamanan 366 siswa menjadi pertimbangan utama yang tidak semestinya dikompromikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here