Polman, Komunika Nusantara. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, S.Sos., MM., menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SD Negeri 066 Pekkabata, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Senin 12/10/2026.

Dalam sambutannya, Arifin menekankan pentingnya peran guru dalam membentengi peserta didik dari ancaman penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter, menanamkan nilai moral, serta membimbing peserta didik agar terhindar dari perilaku negatif.

Ia mengajak seluruh tenaga pendidik untuk memperkuat edukasi dan pengawasan terhadap peserta didik melalui pendekatan yang mendidik, komunikatif, dan berkelanjutan.

Arifin juga mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak seharusnya dimaknai sebatas kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut perlu dijadikan sarana untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

“Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW hendaknya tidak berhenti pada peringatan Maulid, tetapi benar-benar diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam mendidik dan membimbing generasi muda,” demikian pesan yang ditekankan dalam sambutannya.

Selain persoalan pembentukan karakter, Arifin turut menyinggung perkembangan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Polewali Mandar. Ia menyampaikan bahwa jumlah ATS di daerah tersebut menunjukkan tren penurunan seiring dengan upaya yang dilakukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang belum bersekolah atau tidak lagi melanjutkan pendidikan.

Upaya tersebut, lanjutnya, sejalan dengan komitmen Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, dalam mendorong agar anak-anak di Polman mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan.

Menurut Arifin, penanganan ATS membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, orang tua, hingga masyarakat. Pendataan dan pendampingan perlu terus diperkuat agar anak-anak yang terputus dari pendidikan dapat kembali mengakses layanan pendidikan sesuai kebutuhan mereka.

Sebagai bagian dari pengembangan layanan pendidikan, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar juga merencanakan pembentukan sekolah model pada tahun 2026. Rencana tersebut mencakup tujuh sekolah dasar (SD) dan tujuh sekolah menengah pertama (SMP).

Kehadiran sekolah model diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pembelajaran sekaligus memperluas akses pendidikan yang lebih terarah bagi masyarakat.

Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, Arifin mengajak seluruh insan pendidikan untuk memperkuat keteladanan, membangun karakter peserta didik, mencegah penyalahgunaan narkoba, serta memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan.

Dengan sinergi antara pemerintah, guru, orang tua, dan masyarakat, upaya mewujudkan generasi yang berakhlak mulia, berpengetahuan, dan memiliki masa depan yang lebih baik di Kabupaten Polewali Mandar diharapkan dapat terus diperkuat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here