Polman, Komunika Nusantara. Pimpinan Kota FPPP Makassar (Muslim Kone) bicara hari buruh. Menurutnya May day bukan hanya sekedar memperingati sejarah perjuangan buruh, akan tetapi dapat mengertikan lebih jauh tentang arti penindasan dan perjuangan di dunia perburuhan.
Meskipun pada rentetan sejarah sampai hari ini msh jauh un mewujudkan rasa kesejahteraan dan keistimewaan pekerja. Meskipun capaian hari ini adalah perjuangan para pekerja hanya bersifat normatif dlm hal adalah pengurangan jam/waktu kerja dari 24,12,bahkan sampai 8 jam, suatu capaian yg luar biasa tentunya
Dan yang penting ialah transformasi kesadaran dan radikalisasi massa tetap menjadi senjata ampuh bagi kawanan pemuda maupun organisasi komunitas demi keberlangsungan solidaritas dan cita-cita pembebasan dalam menyikapi may day selanjutnya.
Lanjut Muslim” yang terpenting dengan situasi pagebluk bahwa sbg kawanan pr pekerja tetap akan mengawal isu2 perburuhan yg seperti biasanya dalam hal pengawalan dan pemenuhan hak pekerja mulai dr sistem politisasi upah (pengupahan), pesangon, out scorsing, PHK, dalam momentum may day 2020.
Muslim Kone: Dluar dari pada pada prodak hukum yang dlihat sangat tidak pro terhadap dunia perburuhan. PP 78 UU 13/2003 PERMENNAKER NO.6/2016.Kita berharap may day tahun ini, bukan hanya menjadi kalender pajangan Negara, akan tetapi pemerintah harus berfikir bagaimana mencari solusi bagi kawan-kawan buruh, FPPI Makassar Selamat Hari Buruh (BRI)












