POLMAN, Komunika Nusantara. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar (Polman), H. Arifin Yambas, S.Sos., MM., mewakili Bupati Polman H. Samsul Mahmud menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Ma’rif Sarampu, Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Sabtu 17/10/2026.

Dalam kesempatan tersebut, Arifin Yambas menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana dan seluruh jamaah Masjid Al Ma’rif yang telah menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat keteladanan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW harus menjadi pedoman dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam mendidik anak, membangun karakter generasi muda, serta menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan zaman.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, kami berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi gerakan keteladanan untuk menjadikan akhlak Rasulullah sebagai suri teladan dalam kehidupan kita,” ujarnya.

Arifin juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan telepon seluler atau handphone (HP), khususnya bagi anak-anak. Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran dan perkembangan anak, bukan justru menjadi pintu masuk bagi informasi yang tidak sesuai dengan usia mereka.

Karena itu, ia mengajak orang tua, guru, dan pihak sekolah untuk bersama-sama mengawasi penggunaan perangkat digital oleh peserta didik.

“Kalau tidak ada hubungannya dengan proses pembelajaran, penggunaan HP dapat dibatasi dan dikontrol. Ini penting agar anak-anak kita tidak mendapatkan informasi yang kurang baik,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar di bawah kepemimpinan Bupati H. Samsul Mahmud memberikan perhatian terhadap penggunaan telepon seluler di lingkungan pendidikan melalui kebijakan surat edaran tentang pengaturan dan pembatasan penggunaan telepon seluler di satuan pendidikan.

Selain menyoroti pengawasan penggunaan teknologi, Arifin Yambas juga menyampaikan perhatian pemerintah daerah terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak di Polewali Mandar.

Ia mengungkapkan, pada tahun ini sekitar 17 ribu peserta didik di Kabupaten Polewali Mandar menerima Program Indonesia Pintar (PIP). Menurutnya, capaian tersebut merupakan bagian dari koordinasi dan sinergi Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dengan pemerintah pusat untuk memastikan anak-anak memperoleh dukungan dalam mengakses pendidikan.

“Alhamdulillah, tahun ini ada sekitar 17 ribu penerima PIP di Polewali Mandar. Ini merupakan hasil koordinasi dan sinergi yang terus dilakukan pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, termasuk melalui upaya Bapak Bupati Samsul Mahmud, untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan dukungan dalam bidang pendidikan,” jelasnya.

Tidak hanya melalui PIP, pemerintah daerah juga menyiapkan perhatian khusus bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu. Pada tahun anggaran 2027, Pemkab Polman merencanakan alokasi program beasiswa bagi masyarakat kurang mampu sebagai salah satu upaya memperkuat akses pendidikan.

Program tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga sekaligus mendorong anak-anak tetap bersekolah dan melanjutkan pendidikan.

Pada kesempatan itu, Arifin juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Dinas Pendidikan untuk menekan angka anak tidak sekolah (ATS) dan anak putus sekolah.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui rekonsiliasi dan konfirmasi data untuk mengidentifikasi anak-anak berusia 6 hingga 12 tahun yang belum bersekolah atau mengalami putus sekolah.

Pada tahap awal, intervensi tersebut akan difokuskan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Binuang dan Kecamatan Anreapi.

Upaya ini tidak hanya dilakukan melalui pendataan, tetapi juga dengan mendatangi keluarga dan membangun pendekatan secara langsung agar anak-anak yang belum mengenyam pendidikan atau terlanjur putus sekolah dapat kembali memperoleh haknya untuk belajar.

Arifin menegaskan, penanganan ATS tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari satuan pendidikan, orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga lingkungan sekitar.

Menurutnya, keberhasilan menekan angka anak tidak sekolah membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.

Lebih lanjut, Arifin mengajak para orang tua menjadikan nilai-nilai akhlak Rasulullah SAW sebagai landasan dalam mendidik dan membimbing anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Ia menilai, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga harus diimbangi dengan pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai agama, serta penanaman perilaku positif sejak dini.

Menurutnya, pembentukan karakter yang kuat juga menjadi salah satu upaya membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang.

Karena itu, ia berharap orang tua dan pihak sekolah dapat menanamkan pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya menjauhi narkoba serta berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk penyalahgunaan zat terlarang.

“Generasi muda harus cerdas memanfaatkan teknologi, tetapi tetap memiliki karakter dan akhlak yang baik. Inilah yang harus kita bangun bersama agar generasi Polman ke depan menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia,” tutupnya.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Ma’rif Sarampu dapat menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, meningkatkan kepedulian terhadap pendidikan, serta membangun sinergi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menyiapkan generasi Polewali Mandar yang berkualitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here