POLMAN, Komunika Nusantara – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Arifin Yambas, menegaskan pentingnya penguatan pendidikan Al-Qur’an, pembentukan karakter, serta keterlibatan orang tua dalam mendidik generasi muda.

Pesan tersebut disampaikan Arifin Yambas saat menghadiri kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan wisuda santri. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar kepada seluruh santri yang diwisuda, para pengasuh, ustaz dan ustazah, orang tua, serta seluruh pihak yang selama ini berkontribusi merawat pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan Maulid Nabi dan wisuda santri memiliki makna penting yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Peringatan Maulid menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, sementara wisuda santri merupakan bagian dari proses menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Ia mengingatkan agar kedua momentum tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu meninggalkan nilai dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

“Kita ingin selawat yang dilantunkan dengan indah diikuti tutur kata yang santun. Kita ingin ayat yang dibaca dengan fasih diikuti perilaku yang jujur. Kecintaan kepada Rasulullah harus tampak dalam kesediaan kita menghormati sesama, membantu yang lemah, dan menjaga persaudaraan,” ungkapnya.

Arifin juga berpesan kepada para santri agar menjadikan wisuda sebagai awal untuk terus belajar dan memperdalam pemahaman Al-Qur’an, bukan sebagai akhir dari proses pendidikan mengaji.

Ia berharap para santri tetap menjaga kebiasaan membaca Al-Qur’an secara rutin sehingga ilmu yang diperoleh selama mengikuti pendidikan mengaji dapat terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Arifin juga menyampaikan rencana Dinas Pendidikan Polman untuk menerbitkan surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan di bawah kewenangannya terkait persyaratan tamat mengaji.

“Insyaallah, dalam waktu dekat kami akan mengeluarkan edaran kepada satuan pendidikan agar kelulusan anak-anak yang belum menamatkan pendidikan mengaji dapat ditunda sampai mereka menyelesaikannya, yang dibuktikan dengan sertifikat tamat mengaji,” tegasnya.

Kebijakan tersebut dimaksudkan sebagai salah satu upaya mendorong penguatan pendidikan keagamaan sejak dini sekaligus membangun kebiasaan anak-anak untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an.

Selain menekankan tanggung jawab peserta didik, Arifin juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi proses pendidikan anak. Menurutnya, pendidikan tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada guru maupun lembaga pendidikan.

Orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan teladan, membangun komunikasi yang baik, serta menanamkan nilai-nilai agama dan akhlak di lingkungan keluarga.

Ia mengajak para orang tua untuk menyediakan waktu mendampingi anak, mendengarkan cerita mereka, mengetahui kesulitan yang dihadapi, serta memberikan perhatian terhadap perkembangan pendidikan dan perilakunya.

“Anak-anak tidak hanya membutuhkan biaya untuk bertumbuh. Mereka juga membutuhkan waktu, perhatian, dan keteladanan dari orang tuanya,” ujarnya.

Arifin turut mengingatkan kembali surat edaran yang sebelumnya telah diterbitkan Dinas Pendidikan terkait pembatasan penggunaan telepon seluler bagi peserta didik.

Ia meminta orang tua ikut mengawasi penggunaan telepon genggam oleh anak agar lebih bijak dan diarahkan pada kegiatan positif, terutama untuk kepentingan pembelajaran.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara tepat dan tidak sampai mengganggu proses belajar maupun pembentukan karakter anak.

Lebih lanjut, Arifin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memastikan setiap anak memperoleh kesempatan pendidikan yang layak. Hal tersebut sejalan dengan program unggulan Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, yang menargetkan seluruh anak usia 6 hingga 12 tahun di Kabupaten Polman dapat mengakses pendidikan dan tidak ada lagi yang putus sekolah atau tidak bersekolah.

Ia menegaskan bahwa upaya membangun sumber daya manusia tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan keluarga, tenaga pendidik, lembaga keagamaan, dan seluruh lapisan masyarakat.

Menutup sambutannya, Arifin menitipkan tiga pesan penting, khususnya kepada para santri, orang tua, dan masyarakat.

Kepada para santri, ia berpesan agar tidak berhenti belajar, terus memelihara kedekatan dengan Al-Qur’an, menghormati guru, serta membahagiakan orang tua melalui kesungguhan dan akhlak yang baik.

Kepada orang tua, ia mengajak untuk terus mendampingi anak dengan kasih sayang dan keteladanan. Sementara kepada masyarakat, ia mengingatkan pentingnya semangat gotong royong dalam menjaga masa depan generasi muda.

Ia berharap para santri yang diwisuda dapat tumbuh menjadi generasi yang mencintai Al-Qur’an, meneladani Rasulullah SAW, membanggakan keluarga, serta memberikan manfaat bagi daerah dan bangsa.

“Semoga anak-anak yang diwisuda hari ini tumbuh menjadi generasi yang mencintai Al-Qur’an, meneladani Rasulullah, membanggakan orang tua, serta membawa manfaat bagi Polewali Mandar dan Indonesia,” tutup Arifin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here