"/>

Polman, Komunika Nusantara. Pemerintah kabupateb polewali mandar mengadakan rapat koordinasi penanganan covid 19.

Rapat berlangsung  12 Oktober 2020, Pukul. 08.45 WITA, berempat di Aula Balitbangren Kab. Polman, Jln. Manunggal, Kel. Pekkabata, Kec. Polewali, Kab. Polman, Prov. Sulbar

 

Rapat Koordinasi Penangnanan Covid-19 Wilayah Kabupaten Polman  dihadiri sekitar 25 orang diantaranya, Ir. Andi Bebas Manggazali, M.Si (Sekda Kab. Polman), Letkol Arh Hari Purnomo S.Hub.Int,M.Han (Dandim 1402/Polmas), AKBP Ardi Sutriono, S.IK (Kapolres Polman), Iwan Mex Namara, SH (Kasi Intel Kajari Kab.Polman/mewakili Kajari Polman), Dr. Anita (Direktur RSUD Polewali Kab. Polman), andi Suaib Nawawi, SKM, M.Kes (Kadinkes Kab. Polman), Drs. Muliyadi Rasyid, M.Si (Kepala Kemenag Kab. Polman), Syarifuddin Wahab (Camat Polewali), Dr. Mustaman (Direltur RS Pratama Wonomulyo), Muh. Ilyas (Camat Campalagin), Para kepala OPD Kab. Polman, para Asisten Pemkab Polman, Kepala PKM Pekkabata, dan Kepala PKM Campalagian. Sehubungan dengan hak tersebut, dapat dilaporkan sebagai berikut :

Ir. Andi Bebas Manggazali M.Si (Sekda Kab. Polman) dalam sambutannya mengatakan antara lain :
a. Bapak bupati meminta maaf karena tidak bisa hadir dalam rapat ini karena ada kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan sehingga saya diperintahkan untuk mewakili beliau.
b. Dalam rangka penanganan Covid- 19 diwilayah Kab. Polman sudah mengalami penurunan drastis namun perlu kita tingkatkan.
c. Perlu lebih diperkeat lagi tentang pernerapan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan ditempat-tempat keramaian.
d. Melalui rapat ini kami mengharapkan masukan dari peserta rapat terkait dengan kegiatan dilapangan sehingga kita bisa mengurangi dan menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Polman.

Sementara  AKBP Ardi Sutriono, S.IK (Kapolres Polman) mengatakan :
a. Terkait dengan keramaian sudah mutlak kami tidak pernah mengeluarkan ijin keramaian selama pandemi Covid-19.
b. Kedepan kita perlu melaksanakan operasi gabungan TNI, POLRI dan Satpol PP ketempat-tempat keramain sebagai gebrakan dalam rangka mengurangi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Polman
c. Kita berharap kedepan tidak ada lagi kluster-kluster baru yang muncul di Kabupaten Polman.

Letkol Arh Hari Purnomo S.Hub.Int,M.Han (Dandim 1402/Polmas)mengatakan antara lain :
a. Awal-awal adanya Covid-19, saya sudah menyarankan untuk dibuatkan payung hukum berupa perda dan sudah dibuatkan namun sampai saat ini sinergitas dalam pelaksanaan penanganan Covid ini tidak maksimal.
b. Kegiatan penanganan Covid-19 ini harus terukur, terintegrasi, terprogram sehingga perlu sinergitas seluruh instansi yang terkait.
c.Kita memiliki payung hukum, ada legalitas tapi ada komunikasi yang terputus utamanya tentang sinergitas dalam pelaksanaan kegiatan dilapangan.
d. Kegiatan harus terkonsep dan terukur sehingga jelas siapa yang menegakkan, siapa yang melaksanakan dan siapa yang mengevaluasi
e. Satgas ini terbentuk dalam hubungan satgas, bukan masing- masing institusi,oleh karena itu bergerak harus bersama sama berapa personil dan berapa anggarannya
f. Semua ini akan tidak akan berguna ketika tidak ada sinergi antar instansi
g. Semoga setelah rapat ini kita bisa bersinergi lagi secara masif sehingga Covid-19 di Kabupaten Polman bisa ditekan.
h. Persyaratan utama satgas perlu dibangun posko gugus tugas yang semua instansi ada perwakilan disana sehingga beritanya update.

4. Drs. Muliyadi Rasyid, M.Si (Kepala Kemenag Kab. Polman) mengatakan antara lain :
a. Aturan yang kami keluarkan selama ini di Kemenag untuk pelaksanaan acara akad nikah tidak boleh lebih dari 10 orang namun yang terjadi dimasyarakat itu diabaikan.
b. Kami minta kepada tim Covid-19 lebih meningkatakn lagi info kepada masyarakat
c. Kami usul kepihak kepolisian pada saat mengeluarkan izin keramaian dilampirkan pernyataan siap melakukan protokol kesehatan.
d. Penegakan disiplin dengan berikan tindakan kepada yang melanggar. Tidak ada pernikahan diluar kantor KUA.

5. Muh. Ilyas (Camat Campalagian) mengatakan, Yang perlu dijelaskan sekarang adalah penjelasan tentang bagaimana new normal karena yang kita lakukan selama ini adalah the back normal atau kembali normal, bukan new normal

6. Andi Suaib Nawawi, SKM, M.Kes (Kadinkes Kab. Polman) mengatakan :
a. Terhitung tanggal 4 Oktober 2020 kita masuk zona merah
b. Evaluasi kembali seluruh kegiatan-kegiatan yang menyebabkan kerumunan warga.
c. Seluruh pesantren di Kab. Polman ditutup untuk sementara selama pandemi Covid-19.

7. Adapun keputusan rapat antara lain :
a. Akan dilaksanakan pengawasan, penegakan sekaligus penindakan terhadap yang melanggar protokol kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan.
b. Akan dibuat posko Covid-19 kabupaten Polman. (BRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here