Mamuju, Komunika Nusantara- Setiap Tahun, tanggal 8 Maret selalu diperingati sebagai Hari Perempuan Sedunia atau Internatonal Women’s Day (IWD). Sebagian Perempuan di seluruh penjuru dunia merayakan IWD dengan berbagai cara untuk menyalurkan aspirasi mereka.
Di Kota Mamuju, IWD dirayakan dengan serangkaian aksi oleh sekelompok aktivis Front perjuangan pemuda indonesia (FPPI), Komunitas Mahasiswa untuk kedaulatan Rakyat (KOMKAR) dan juga Mahsiswa peduli ekonomi kerakyatan (MAPER).
Mereka melakukan aksi dengan Memberikan bunga dan juga petisi (Selebaran) kepada pengunjung Pantai Manakarra (11/03/2019) sore. Sambil membagi bunga dan juga petisi kaum aktivis perempuan yang menamakan dirinya sebgai perempuan R, juga memberikan pemahaman kepada pengunjung pantai manakarra khususnya wanita bahwa ruang lingkup demokratis harus terwujud untuk wanita itu sendiri. kata korlap Resky Awaliah.
Lanjut resky,awaliah, mengatakan bahwa peringatan IWD ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk menyadarkan dan menyadari bahwa penindasan yang dialami perempuan itu masih sangat banyak.
Memanfaatkan Momentum IWD ini Perempuan R menyuarakan beberapa tuntutan seperti memberikan bunga dan juga selebaran yang berisi beberapa tuntutan.
Tuntutan utama tak lain adalah melawan budaya patriarki dan juga penindasan kapitalis. Tuntutan ini diambil karena melihat kondisi bagaimana perempuan dibuat normal atas ketidak adilan terhadap perempuan, seolah olah dibenarkan dan memang itu sudah dari sananya ataupun takdir perempuan, Padahal tidak kata resky awaliah. Selain itu ada beberapa tuntutan dalam petisi yang dibuat oleh perempuan R ini, Seperti hak perempuan harus ada, Menentang kekerasan seksual dan juga meminta RUU PKS disahakan. sambung resky selaku korlap dalam aksi kali ini.









