Screenshot

Mamuju, Komunika Nusantara– Sore di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Mamuju selalu punya ritmenya sendiri. Di balik dinding-dinding tinggi dan kawat berduri, gema tawa serta derap langkah terdengar sahut-menyahut dari area lapangan. Namun, ada satu pemandangan yang tak biasa jika menelisik lebih dekat ke tengah kerumunan para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Seorang pria berpakaian santai tampak asyik berdiskusi dan tertawa lepas bersama para penghuni lapas. Tidak ada kesan kaku, apalagi pembatas tebal yang memisahkan status mereka. Sosok itu adalah Sudirman, S.E., S.H.—atau yang akrab disapa Boz Sandi oleh orang-orang terdekatnya—Kepala Rutan Kelas IIB Mamuju.

Bos Sandi, jabatan pimpinan bukanlah takhta untuk dipajang di balik meja kerja yang dingin. Sejak mengemban amanah di bumi Manakarra ini, ia memilih pendekatan yang mengetuk hati: kepemimpinan berbasis kesederhanaan, keterbukaan, dan humanisme.

“Di balik tembok ini, mereka bukan sekadar orang yang sedang menjalani hukuman. Mereka adalah saudara-saudara kita yang sedang ‘beristirahat’ sejenak untuk belajar dan memperbaiki diri,” ujar Sandi santai.

Gaya kepemimpinannya tak pernah berjarak. Tak jarang, Sandi terlihat duduk lesehan bersama para WBP di bengkel Rutan, ikut mengecek menu masakan di dapur lapas sembari mencicipinya, hingga berolahraga bersama. Komunikasi dua arah yang dibangun tanpa sekat ini terbukti ampuh meredam potensi ketegangan yang kerap membayangi kehidupan di dalam Rumah Tahanan.

Jiwa Petualang di Jalur Ekstrem

Di luar rutinitas kedinasan yang penuh dinamika, pria yang dikenal ramah ini ternyata menyimpan sisi kepribadian yang tangguh dan penuh tantangan. Sandi adalah seorang penggila otomotif ekstrem—seorang pencinta motor trail sekaligus penikmat mobil off-road.

Karutan berpose Saat main motor trail

Bagi Sandi, menaklukkan jalur berlumpur, menembus belantara, atau melintasi medan berbatu bukan sekadar menyalurkan hobi, melainkan cara melatih kesabaran dan ketenangan dalam mengambil keputusan.

“Di jalur off-road atau saat naik trail, kita diajarkan untuk membaca situasi, mengendalikan emosi, dan pantang menyerah saat terjebak di medan sulit. Sama halnya dengan membina manusia, butuh kesabaran, teknik yang tepat, dan hati yang tenang,” ungkapnya sembari tersenyum.

Salah seorang warga binaan mengaku terkesan dengan kerendahan hati sang Karutan. “Pak Sandi itu orangnya sangat membumi. Walau beliau punya hobi yang terkesan gagah seperti off-road, kalau di sini beliau sangat merakyat. Beliau mau mendengar langsung keluhan kami tanpa birokrasi berbelit,” tuturnya.

Keterangan Foto: Karutan Mamuju Sedang mencicipi Makanan di Bengkel. 

Prinsip kesederhanaan dan keteladanan yang diusung Sudirman alias Bos Sandi menjadi bukti bahwa ketegasan tak harus berwajah garang. Di tangannya, Rutan Mamuju bukan lagi sekadar tempat menjalani masa hukuman, melainkan ruang pembinaan yang hangat—tempat di mana seorang pemimpin merangkul, membimbing, dan mengembalikan harapan bagi mereka yang ingin memulai lembaran baru. (AT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here