Polman, Komunika Nusantara. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, S.Pd., MM., mendorong percepatan transformasi pendidikan melalui penerapan Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di satuan pendidikan.
Hal tersebut disampaikan H. Arifin Yambas saat menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Pendampingan Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Tahun 2026 yang diselenggarakan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Barat.
Kegiatan tersebut berlangsung di SMPN 3 Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu (8/8/2026).
Dalam kegiatan itu, H. Arifin Yambas ditetapkan sebagai narasumber untuk lokasi SMPN 3 Polewali. Ia menyampaikan materi bertema “Transformasi Pendidikan Polewali Mandar melalui Inovasi Masa Depan.”
Menurut Arifin, perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Peserta didik tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga perlu memiliki kemampuan memahami, mengembangkan, dan menciptakan teknologi.
“Peserta didik membutuhkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah kompleks, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi. Karena itu, integrasi Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pendidikan masa depan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning diarahkan pada penguasaan konsep-konsep esensial sekaligus kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan nyata.
Penerapannya, kata Arifin, perlu disesuaikan dengan karakteristik dan tingkat perkembangan peserta didik pada setiap jenjang pendidikan.
Pada jenjang PAUD, misalnya, pembelajaran dapat dilakukan melalui kegiatan eksplorasi, permainan, dan proyek sederhana untuk menumbuhkan rasa ingin tahu anak.
Sementara pada jenjang SD, pembelajaran diarahkan pada penguatan literasi, numerasi, serta kemampuan analisis dasar dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.
Adapun pada jenjang SMP, peserta didik dapat diarahkan pada kemampuan memecahkan masalah lintas mata pelajaran melalui proyek kolaboratif.
Selain Pembelajaran Mendalam, Arifin juga menekankan pentingnya penerapan Koding dan Kecerdasan Artifisial secara bertahap sesuai usia, perkembangan, dan kemampuan peserta didik.
Pada jenjang PAUD, pengenalan koding dapat dilakukan melalui pendekatan unplugged coding, yakni mengenalkan konsep logika berurutan dan algoritma sederhana tanpa menggunakan perangkat digital.
Pada jenjang SD, peserta didik mulai diperkenalkan dengan visual block programming, seperti Scratch, serta pemahaman dasar mengenai cara kerja kecerdasan artifisial yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara pada jenjang SMP, pembelajaran dapat dikembangkan menuju applied coding and AI, termasuk pengenalan pemrograman dasar bagi pemula, pemahaman etika penggunaan kecerdasan artifisial, hingga pembuatan proyek teknologi sederhana yang mendukung proses pembelajaran.
Sekolah Model Didorong Jadi Pusat Inovasi
Dalam kegiatan tersebut, sekolah model didorong tidak hanya menjadi penerima program, tetapi juga mampu menjadi pionir inovasi, pusat rujukan, sekaligus katalisator perubahan bagi sekolah lainnya di Kabupaten Polewali Mandar.
Sekolah model diharapkan mampu mengadaptasi, menguji, dan menyempurnakan implementasi PM dan KKA. Berbagai praktik baik yang dihasilkan selanjutnya dapat menjadi bahan pembelajaran dan studi tiru bagi satuan pendidikan lainnya.
Untuk memastikan program berjalan secara berkelanjutan, Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar menyiapkan sejumlah langkah implementasi di lapangan.
Langkah tersebut antara lain penyesuaian kurikulum dengan mengintegrasikan PM dan KKA ke dalam perangkat pembelajaran, penguatan kapasitas guru melalui pelatihan dan komunitas belajar, pelibatan orang tua melalui sosialisasi, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala.
H. Arifin Yambas menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Dinas Pendidikan dalam mendukung transformasi pendidikan tersebut, termasuk melalui penyediaan fasilitas, pelatihan, dan pendampingan.
Ia juga mendorong kepala sekolah dan guru untuk terus meningkatkan kompetensi, mengembangkan kreativitas, serta terbuka terhadap berbagai inovasi pembelajaran.
“Sekolah model harus mampu menjadi contoh dan memberikan praktik baik yang dapat dikembangkan oleh sekolah lainnya. Transformasi pendidikan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua,” ujarnya.
Kegiatan pendampingan di SMPN 3 Polewali merupakan bagian dari rangkaian Pendampingan Sekolah Model Implementasi PM dan KKA Tahun 2026 yang dilaksanakan BPMP Provinsi Sulawesi Barat.
Agenda kegiatan meliputi pengarahan dan pembukaan, pemaparan kebijakan BPMP, penyampaian perkembangan program oleh sekolah model, pendampingan, diskusi dan tanya jawab, hingga penutupan.
Menutup paparannya, H. Arifin Yambas menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam menentukan masa depan daerah.
“Masa depan Polewali Mandar tidak ditentukan esok hari, melainkan dari apa yang kita ajarkan di ruang-ruang kelas kita hari ini,” ungkapnya.
Melalui implementasi Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial secara konsisten dan kolaboratif, Kabupaten Polewali Mandar diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, berorientasi pada penguatan kompetensi peserta didik, serta menghasilkan praktik baik yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan di Sulawesi Barat.













