Polman, Komunika Nusantara. Abdul Samad Ketua BPD Desa Puccadi, Kecamatan luyo, diminta menghadiri pemanggilan Kejari Polman, melalui pihak PMD, Terkait klarifikasi awal laporan adanya dugaan penyelewengan anggaran DD dan ADD Pemerintah Desa Puccadi Kecamatan Luyo.

Pemanggilan pihak pelapor ( Samad) oleh kejari ia dimintai keterangan tentang kebenaran laporan adanya dugaan penyelewengan anggaran DD dan ADD Tahun 2020, senin 21/06/2021.

Melalui intel kejari Polman, ia dimintai keterangan dugaan penyelewengan anggaran 2020.

Berikut Hasil wawancara pihak kejari dan pihak Pelapor :

– Kejari bertanya : ada tidak bukti temuan bahwa betul ada dugaaan penyala gunaan anggran..??
– Samad : Ia betul saya sudah masukan ke Kejati Sulbar.
– Samad : Apakah belum dikirim kofian laporan saya.?
– Kejari : ia sudah ada pak kami sudah terima ( kejari perlihatkan dokumen)

Samad : menambahkan waktu kami rapat internal BPD dan memeriksa ABDES, kami melakukan data pembading dari hasil rapat evaluasi kami temukan selisih kisaran anggaran 350 juta yang kami anggap fiktif pada saat rapat evaluasi oleh BPD
Samad :dugaan kegurian berkisaran 350 juta yang disalah gunaan diantanya : Dana BLT, Covid, Keagamaan, Kegiatan Proklamasi, dll.

Samad : Saya Tambahkan laporan selama pekerjaan fisik tahun 2019 tidak ada TPK yang dibentuk oleh Desa dan Kepala Desa ikut terlibat pelaksana proyek, pekerjaan sistim borong diserahkan ke kepala tukan bukan sistim harian kerja.

Meminta pihak Kejari Polman, agar ditindak tegas laporan ini dan jangan ada pembinaan, kalau pembinaan terus menerus kapan hukum bisa ditegakan, ” Ungkap Samad.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here