"/>

 

Gambar mungkin berisi: 1 orang, lensa kaca mata dan teks

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Sulbar, Safaruddin , Kepala Bappeda Sulbar, Junda Maulana, Kepala BPS Sulbar, Win Rizal melakukan rapat koordinasi menindaklanjuti Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia Indonesia yang berlangsung di ruang kerja Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Sulbar, Jumat, 31 Januari 2020/πŸ“·Β Tim KOMINFO Sulbar

Komunikanusantara.com- Mamuju, Dinas Komunikasi Informatika (Kominfo), Persandian Dan Statistik Sulbar, bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulbar dan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar, menggelar rapat kerja pembentukan Forum Satu Data Indonesia tingkat Sulbar, Jumat 31 Januari 2020, yang berlangsung di ruang kerja Kepala Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Sulbar.
Pengelolaan data yang dikemas ke dalam forum data satu fortal atau biasa disebut Bank Data lingkup Pemprov Sulbar itu, Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik melalui Bidang Statistik bekerjasama dengaan Bappeda Sulbar dan Statistik Sulbar.
Pembentukan team kerja pengumpulan data, sebagai upaya menindaklanjuti Perpres 39 tahun 2019, tentang Satu Data Indonesia (SDI).Gambar mungkin berisi: 4 orang, termasuk Pemprov Sulawesi Barat, orang duduk, tabel dan dalam ruangan
Kepala Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Sulbar, Safaruddin Sanusi DM, mengungkapkan, kegiatan itu untuk menindaklanjuti hasil rapat pimpinan dilantai 4 beberapa hari yang lalu, sehingga dirinya selaku Kepala Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Sulbar, mempercepat pengelolaan data lingkup Pemprov Sulbar, ke dalam Satu Portal Data (Sapota) yang telah dirancang jauh-jauh hari sebelum rapat itu dilaksanakan.
“Pada hari ini 31 Januari, kami mengundang Bappeda Sulbar dan BPS Sulbar guna membicarakan bagaimana cara mempercepat dari hasil rapat pimpinan beberapa hari lalu.”kata Safaruddin
Disampaikan, dalam mengelola data satu pintu di lingkup Pemprov Sulbar, Dinas Kominfo Persandian dan Statistik selaku Walidata, berkoordinasi dengan Bappeda Sulbar dan BPS Sulbar dalam mempublikasikan satu data.
Lebih lanjut dijelaskan, sebagai pembina dan Walidata akan membuat team, lalu membagi tugas di tiap OPD sehingga dapat mengatasi masalah saat pengolahan data yang tidak diketahui kesusahannya.Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk dan dalam ruangan
“Kami akan menyegerakan pembuatan SK kepengurusan dan akan membagi tugas dari team yang sudah kita susun, agar dapat membantu tiap-tiap OPD jika menemukan kesusahan dalam mengolah data sesuai persyaratan. Setiap OPD menyiapkan satu orang operator, guna mengumpulkan dan menginput data dan forum satu data juga menetapkan mekanisme pengumpulan, entri dan verifikasi data, serta merumuskan percepatan ketersediaan data sektoral untuk Sulbar dalam angka Sapota.”urai Safaruddin
Ia menambahkan, pengelolaan data ke dalam satu portal data yang diberinama nama Sapota tersebut, diangkat dari bahasa daerah Mamuju yang berarti Rumah di ruang lingkup Pemprov Sulbar. Hal itu dimaksudkan agar lebih menarik.
Dalam pertemuan itu, telah menyimpulkan susunan kepengurusan Forum SDI, yakni Bappeda Sulbar Bagian Geosparsial sebagai penanggungjawab, Dewan Pembina BPS Sulbar, serta Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Sulbar sebagai Sekretaris.
Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Bappeda Sulbar Junda Maulana, Kepala BPS Sulbar Win Rizal, serta undangan lainnya. (desi)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here