Polman,Komunika Nusantara,Program Studi Agroteknologi Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN-SULBAR) kembali mengadakan Praktek Lapang Terpadu. Kurang lebih 10 mata kuliah dipraktekan.

Kegiatan Praktek Lapang ini bertujuan untuk melihat dan membandingkan sistem budidaya dan pola pemasaran komoditi pertanian di Enrekang. Menurut Harli yang juga Ketua Program Studi Agroteknologi UNASMAN “Enrekang dipilih sebagai tempat melaksanakan Praktek Lapang kali ini, karena Enrekang sejak lama sangat terkenal dengan produksi sayuran yang bisa menjadi inspirasi daerah lain khususnya Sulawesi Barat.

Harli mengatakan “ petani di Enrekang dapat menjadi testimoni yang bagus bagi petani di daerah lain” Alasannya menurut Harli karena petani Enrekang mampu mengubah lahan kurang sesuai menjadi lahan yang sangat produktif. Petani Enrekang adalah petani tangguh.

Salah satunya adalah pertanaman bawang di Anggeraja yang mampu menghasilkan produktivitas lahan mencapai 400 Juta per panen/ha dalam jangka waktu 3-4 bulan. Padahal menurut Harli dari segi sumber daya alam Enrekang tidak sesubur dibandingkan daerah lain, bahkan terdapat beberapa lahan yang kita temukan sangat marginal, namun bisa disulap menjadi lahan produktif. Kegiatan berlangsung dari tanggal 22-24 Januari 2020.

Praktek Lapang kali begitu istimewa karena diterima langsung oleh Bupati Enrekang Muslimin Bando dan Kepala Dinas Pertanian Addi. Menurut Bupati Enrekang saat penyambutan “ Petani Duri Enrekang adalah petani tangguh, mereka tidak megenal menyerah dalam mengelola lahan pertanian, segala upaya dilakukan untuk mencapai produktivitas lahan yang maksimal. Bahkan tanah bebatuan dapat dirubah menjadi lahan produktif yang menghasilkan keuntungan yang melimpah. Filisofi air yang mengalir dari ketinggian ke tempat lebih rendah, terbantakan oleh petani Enrekang. Mereka mengaliri lahan pertanian dengan memanfaatkan air sungai dan dialiri sampai ke gunung sejauh 4-5 km.

Itu semua demi mencapai produktivitas pertanian mereka. Saya sangat bangga dengan itu. Kata Bupati dua periode di Bumi Massenrepulu ini.
. Kegiatan berlangsung dengan metode mengunjungi dan berdialog langsung dengan petani hortikultura di Kecamatan Anggeraja, Alla dan Baroko. Peserta juga mengunjungi Perkebunan Kopi Arabika di Desa Benteng Alla. Melalui Koperasi Benteng Alla, desa tersebut sudah mampu memproduksi kopi dari Hulu sampai Hilir. Bahkan telah memproduksi Kopi Kelas Dunia yang bercita rasa spesiality.

Selain itu lokasi yang yang dikunjungi adalah Sub Terminal Agribisnis (STA) di Desa Sumillan Kecamatan Alla. STA Sumillan adalah satu-satunya STA yang masih beroperasi lancar setelah STA Gowa, Tana Toraja, Luwu Utara dan Pare-Pare yang sejak lama tidak beroperasi. STA Enrekang yang biasa disebut Pasar Agro merupakan pasar khusus komoditi pertanian yang selama ini banyak mensuplai kebutuhan sayuran di Sulawesi, Kalimantan dan Papua. Menurut Pengelola Pasar Agro Herman “Nilai transaksi di Pasar Agro Sumillan seharinya bisa mencapai miliaran rupiah dan jangkauan distribusi sudah menyebar di seluruh Wilayah Sulawesi, Kalimantan bahkan sampai Papua”(Rj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here