POLMAN, Komunika Nusantara. Realisasi pendapatan daerah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) tahun anggaran 2026 menjadi sorotan. Dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki target pendapatan, Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Ketenagakerjaan (Diskoperindagkop) serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispop) Polman tercatat memiliki realisasi pendapatan sebesar 0,sekian persen.Rabu 2/9/2026.

Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat Diskoperindagkop merupakan salah satu OPD yang memiliki potensi sumber pendapatan daerah sesuai dengan tugas dan kewenangannya.

Berdasarkan data realisasi pendapatan daerah yang diterima redaksi, capaian kedua OPD tersebut masih tercatat 0,sekian persen. Data itu menjadi bahan evaluasi terhadap kinerja penerimaan daerah dari masing-masing OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Polman.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Polman, Fary Yusuf, menyampaikan bahwa capaian realisasi pendapatan setiap OPD perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.

Menurutnya, data realisasi pendapatan yang masuk hingga saat ini menjadi salah satu indikator penting dalam mengevaluasi kinerja penerimaan daerah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Polman, Nursaid Mustafa, berharap OPD yang realisasi pendapatannya masih rendah segera mengambil langkah-langkah teknis untuk mengejar target yang telah ditetapkan.

Ia menilai optimalisasi pendapatan perlu dilakukan agar kinerja penerimaan daerah ke depan dapat berjalan lebih baik dan mendukung pembiayaan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Polman.

Pasalnya, realisasi pendapatan daerah bukan hanya berkaitan dengan pencapaian angka dalam dokumen anggaran, tetapi juga menjadi salah satu indikator kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola dan mengoptimalkan potensi penerimaan yang telah ditargetkan.

Komunika Nusantara telah berupaya meminta penjelasan langsung kepada Kepala Diskoperindagkop Polman, Agus Nia Hasan Sulur, terkait penyebab belum terealisasinya target pendapatan tersebut.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp belum mendapatkan tanggapan. Pesan yang dikirim masih menunjukkan tanda centang satu, sementara nomor yang dihubungi juga tidak terlihat aktif.

Redaksi Komunika Nusantara tetap membuka ruang bagi Kepala Diskoperindagkop Polman maupun pejabat terkait untuk memberikan klarifikasi mengenai data realisasi pendapatan sebesar 0,sekian persen tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here