"/>

Majene,Komunika Nusantara. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Solidaritas Perjuangan Majene(SPR) melakukan aksi Menolak RUU Umnibus Law, mereka menggelar aksi penolakan di Bundaran Pusat Kota Kabupaten Majene.

Berikut pernyataan sikap para demonstran:
Kondisi perekonomian global saat ini tengah mengalami pelemahan dan ketidak pastian, itulah kalimat pembuka dari naskah akademik Omnibus Law RUU CILAKA. Berangkat dari premis itu kita diperhadapkan dengan fakta bahwa penyusunan RUU CILAKA yang menghimpun 79 UU yang sebagian besarnya bertujuan untuk mendonkrak pertumbuhan ekonomi negara yang pada hari ini disinyalir kurangnya katerbukaan Negara terhadap pasar. Inventasi dianggap sebagai satu-satunya variabel yang mampu mendonkrak pertumbuhan ekonomi.

Menurut para demontsran,” Umnibus law telah menghianati cita-cita kemerdekaan Indonesia yang menginginkan terciptanya masyarakat yang sejahterah adil dan makmur.

Lihat saja untuk sektor ketenagakerjaan, buruh semakin ditindas dengan menerapkan sistem pemberian upah menurut jam kerja mereka dan standarisasi ada pada UMP provinsi dan menghilangkan upah UMK atau UMR. Padahal fakta yang ada UMK/UMR itu lebih tinggi dibandingkan dengan UMP. Bahkan RUU CILAKA ini juga mengatur tentang lama kerja buruh.

Untuk UU ketenagakerjaan buruh diwajibkan bekerja 7 jam/hari, akan tetapi di RUU CILAKA ini menjadi 8 jam/hari.Waktu lembur pun ditambah, yang tadinya 3 jam, dalam RUU menjadi 4 jam. Dalam RUU ini pemberian pesangon dihilangkan.

Olehnya itu para demonstran menuntut:
Menolak dengan tegas Omnibus Law RUU CILAKA, kerena hanya bertujuan untuk memanjakan investasi serta koorporasi internasional dan sama sekali tidak memiliki kandungan untuk mensejahterakan rakyat Indonesia.

Andi satria maulana Korlap aksi Aliansi Solidaritas perjuangan Majene, dalam orasinya ia menuturkan RUU ini akan semakin memperkaya orang kaya dan yang miskin makin miskin.

Aksi menolak Omnibus law Senin(16/03/2020), berlangsung sekitar pukul 14.00. Di bundaran pusat Kota Majene.
Adapun Organisasi yang tergabung diantaranya. FPPI( Front Perjuangan Pemuda Indonsia) HMI.LMND. Semut,GMNI Lsup. HMPSIH, Portopo. PMII, HIMAHI, STAIN.
Setelah para demonstran menyampaikan orasinya mereka membubarkan diri dengan tenang sekitar pukul 17.00 dan kembali ke sekretariat masing – masing.(BRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here