Polewali Mandar, Komunika Nusantara. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Polewali Mandar, Nursaid Mustafa, melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Selasa (30/9/2025).
Kunjungan ini dalam rangka menggelar dialog kinerja yang membahas progres realisasi program kerja tahun 2025.
Dalam pertemuan tersebut, Sekda mendengarkan langsung laporan dari Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, serta para Kepala Bidang PUPR mengenai capaian semester I, strategi percepatan, dan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Tercatat terdapat 10 program prioritas yang dialokasikan untuk mendukung visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Polewali Mandar tahun 2025, dengan fokus pada peningkatan akses dan kualitas infrastruktur.
Beberapa program yang dibahas antara lain:
Bidang Cipta Karya: pengelolaan persampahan, sistem drainase, dan penataan bangunan gedung.
Bidang Bina Marga: penyelenggaraan jalan.
Bidang Bina Konstruksi: pengembangan tenaga jasa konstruksi melalui pelatihan dan sertifikasi.
Bidang Tata Ruang: penyelenggaraan penataan ruang.
Bidang Sumber Daya Air dan UPTD: pengelolaan air serta program teknis lainnya.
Dalam dialog tersebut, sejumlah isu utama juga mengemuka, di antaranya keterlambatan pelaksanaan proyek infrastruktur akibat refocusing/efisiensi anggaran, hambatan administratif, serta faktor cuaca dan kondisi geografis.
“Kita ingin memastikan bahwa seluruh program prioritas yang telah direncanakan dapat terealisasi sesuai target waktu dan kualitas yang diharapkan,” ujar Sekda Nursaid Mustafa, yang juga mantan Sekretaris BPSDM Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Dialog kinerja tersebut turut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Arifin Yambas, serta Asisten III Bidang Administrasi Umum, I Nengah Tri Sumadana. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya evaluasi rutin Pemda terhadap perangkat daerah, khususnya dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Sekda berharap Dinas PUPR dapat segera menindaklanjuti berbagai kendala dan melakukan percepatan pada proyek-proyek yang terhambat, sehingga pembangunan infrastruktur di Polewali Mandar dapat berjalan sesuai rencana.













