Polewali Mandar, Komunika Nusantara. Ruang Redaksi — Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mulai menapaki langkah besar menuju swasembada pangan berkelanjutan. Bupati Polman, Samsul Mahmud, memimpin langsung panen perdana padi varietas unggul M70D di lahan percontohan (demplot) Desa Tumpiling, Kecamatan Wonomulyo, Kamis (12/2/2026).

Varietas M70D kini menjadi primadona baru karena memiliki masa tanam sangat singkat (genjah), hanya sekitar 70–75 hari, namun produktivitasnya mampu menembus 8 hingga 9 ton per hektare, melampaui rata-rata padi konvensional.
Bupati Samsul Mahmud mengaku takjub dengan hasil ubinan di lapangan.

“Ini sangat luar biasa. Biasanya padi membutuhkan waktu lebih lama, tapi M70D cukup 75 hari dan hasilnya tembus 9 ton. Ini akan menjadi fokus kami di Dinas Pertanian untuk diuji coba di lahan dengan karakteristik berbeda,” ujarnya.

Pemkab Polman berencana memperluas uji coba ke wilayah dengan kondisi ekstrem, termasuk kawasan pesisir berkadar garam tinggi di Panyampa, Kecamatan Campalagian, serta daerah tadah hujan seperti Desa Kunyi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Polman, Jumadil, memaparkan potensi ekonomi yang signifikan bagi petani. Dengan masa panen singkat, petani berpeluang menanam hingga tiga kali dalam setahun.

“Di Desa Tumpiling saja ada luasan sekitar 700 hektare. Kalau produktivitasnya 8–9 ton per hektare, satu kali panen bisa menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp35 miliar. Kalau tiga kali setahun, perputaran uang bisa mencapai Rp100 miliar hanya dari satu desa,” jelasnya.

Program pengembangan varietas M70D ini merupakan kolaborasi multipihak antara Pemerintah Kabupaten, kelompok tani, serta dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari sektor swasta melalui MAKSI.

Selain mengejar produktivitas, Pemkab Polman juga memprioritaskan kedaulatan benih. Jumadil menegaskan pemerintah akan mendorong penangkaran benih mandiri guna memastikan mutu tetap terjaga dan petani tidak bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Penangkaran benih adalah kunci swasembada. Kami akan mengalokasikan anggaran untuk pengawasan mutu benih agar hasil panen tetap maksimal,” tegasnya.

Bupati Samsul Mahmud menutup kegiatan dengan memberikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian yang terus berinovasi di lapangan. Ia mengajak petani memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Pemerintah sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin berkontribusi memajukan petani. Intinya kolaborasi demi peningkatan pendapatan petani dan ketahanan pangan daerah,” pungkasnya.Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Forkopimca Wonomulyo, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta mitra swasta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here