Polewali Mandar, Komunika Nusantara – Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sambaliwali, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar mulai memasuki tahap awal pekerjaan, Sabtu (16/04/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas proyek mulai terlihat dengan beroperasinya alat berat serta lalu lalang kendaraan pengangkut material menuju lokasi pembangunan.

Proyek yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) ini diharapkan menjadi solusi dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat. Namun, di balik harapan tersebut, muncul sejumlah catatan kritis yang menjadi perhatian.

Sejumlah awak media yang turun langsung ke lokasi mengaku mengalami pembatasan saat melakukan peliputan. Wartawan disebut tidak diperkenankan mengambil gambar maupun video tanpa izin dari pihak pengelola proyek.

Saat dimintai penjelasan, pekerja di lapangan mengarahkan agar koordinasi dilakukan melalui Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Barat atau pihak perusahaan.
Kondisi ini dinilai mencederai prinsip keterbukaan informasi publik, mengingat proyek tersebut menggunakan anggaran negara yang semestinya dapat diawasi secara transparan oleh masyarakat, termasuk melalui peran media.

Selain itu, proyek ini juga menuai sorotan dari sisi tenaga kerja. Berdasarkan pengamatan di lapangan, sebagian besar pekerja diduga berasal dari luar daerah. Minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal menjadi ironi, karena proyek berskala besar seperti ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan dapat memicu kecemburuan sosial di tengah masyarakat. Pemerintah daerah bersama pihak pelaksana proyek diharapkan segera melakukan evaluasi, baik dalam hal transparansi informasi maupun pemberdayaan tenaga kerja lokal.

Pembangunan Sekolah Rakyat sendiri merupakan langkah positif dalam mendukung pemerataan pendidikan. Namun, pelaksanaannya perlu tetap mengedepankan prinsip keterbukaan, akuntabilitas, serta keberpihakan terhadap masyarakat lokal agar manfaatnya benar-benar dirasakan secara luas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Hutama Karya (Persero) belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp belum mendapat respons.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here