Polman, Komunika Nusantara. Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mencatat lonjakan signifikan dalam penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat Provinsi Sulawesi Barat. Dari posisi terbawah pada tahap awal penilaian, Polman kini berhasil naik ke peringkat kedua se-Sulbar dengan skor sementara mencapai 920 poin.
Sekretaris Daerah Polewali Mandar, Nursaid, mengatakan peningkatan tersebut merupakan hasil dari evaluasi darurat yang dilakukan pemerintah daerah terhadap sistem pendokumentasian data dan evidence penilaian.
Menurutnya, rendahnya posisi Polman sebelumnya bukan disebabkan kurangnya program yang dijalankan, melainkan lemahnya pengarsipan administrasi dan dokumentasi kegiatan.
“Persoalannya hanya soal evidence dan dokumentasi. Banyak kegiatan yang sudah dilaksanakan tetapi bukti fisiknya tidak terarsipkan dengan baik,” ujar Nursaid, Jumat (15/5/2026).
Untuk mengejar ketertinggalan, Sekda Polman langsung mengumpulkan seluruh camat, tim teknis, dan operator dari berbagai OPD guna mempercepat proses penginputan data. Bahkan, ia menginstruksikan agar para operator melakukan “karantina kerja” di kantor Bappeda hingga seluruh dokumen berhasil diunggah sebelum batas akhir penilaian.
Langkah tersebut akhirnya membuahkan hasil pada malam terakhir penutupan submit data. Polman yang sebelumnya berada di posisi bawah berhasil melonjak drastis hingga sempat menempati peringkat pertama sebelum akhirnya disalip Kabupaten Mamuju dengan selisih tipis.
“Alhamdulillah data kita melejit. Kita sempat di peringkat pertama, tapi kemudian Mamuju memasukkan data mereka sehingga kita terlewati sekitar 20 poin. Saat ini kita di angka 920-an, sementara Mamuju 940-an,” jelasnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut meningkat tajam dibandingkan penilaian sebelumnya yang hanya berada di kisaran 700 poin. Dengan skor sementara itu, Pemkab Polman optimistis dapat naik ke kategori Madya dalam penilaian KLA tahun ini.
Saat ini, pemerintah daerah tengah mempersiapkan tahapan verifikasi dan klarifikasi lapangan yang menjadi bagian penting dalam proses penilaian.
Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh data yang diunggah benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Masih ada verifikasi lapangan. Bisa jadi nanti skor kita bisa lebih tinggi lagi jika semua data terbukti valid. Saya minta dukungan semua pihak agar Polman bisa meraih hasil maksimal,” pungkas Nursaid.














