Polman, Komunika Nusantara. Aliansi Masyarakat Petani Poewali Mandar, kembali melakukan aksi penolakan pembanguan IPA PDAM di Desa Kunyi, Kexamatan Anreapi.
Aksi ini merupakan aksi kesekian kalinya, dimana beberapa hari lalu para demonstran aksi di DPRD Polman, dimana dalam aksi tersebut disepakati penolakan IPA PDAM yang ditandatangni berbagimai pihak yakni DPRD, Petani, PDAM dan Pihak Balai.
Untuk menidak lanjuti hasil RDP dengan pihak DPRD, beberapa perwakilan petani kemudian melakukan pertemuan dengan Bupati Polman, tujuan pertemuan tersebut pihak petani meminta ketegasan pemerintah untuk segera menutup IPD PDAM, akan tetapi dalam pertemuan tersebut Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar, menolak usulan masyarakat dan tetap akan melanjutkan pembangunan IPA PDAM, karena kedua pihak tidak ada kesepakatan akhirnya berbuntut aksi penolakan pada sinin 24 mei 2021, ” tutur Herman Kadir.
Lanjut, Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim menolak penutupan IPA PDAM, dengan alasan selagi masi menkabat petani tidak akan kekurangan air, pernyataan ini kemudian memicu pertanyaan, dimana jabatan bupati Polman tinggal 3 Tahun Lagi, siapa yang yang akan bertanggungjawab kedepan..? pertanyaan ini tidak mampu dijawab,” Kata Herman
Sesuai keterangan Herman pada saat orasi, alasan Bupati melanjutkan proyek IPA PDAM hal itu, karena menurutnya debit air masih bisa mencukupi, daripada air terbuang percuma maka dibuatlah bendung di Sungai Kunyi, ” PDAM hanya mengambil kelibihan dari debit air tersebut. Bendungan ini dibuat untuk menyiapkan air minum, ” Kadis pertanian menjelaskan bahwa kebutuhan air petani perbulan sekian, setelah dihitung-hitung ternyata masih surplus, jadi janganlah buat kisruh, ” tutur Kadis Pertnanian.
Aksi yang berlangsung kemarin berlangsung di dua titik yakni didepan gedung DPRD dan dilanjutkan ke Kantor Bupati, sesuai pantauan di lapangan massa diperkirakan berjumlah 500 san dan sempat menduduki Kantor Bupati Polman. ( BRI)














