Polman, Komunika Nusantara. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Polewali Mandar menghadirkan Kepala Kejaksaan Negeri Polewali Mandar, Nurcholis, sebagai pemateri dalam Rapat Koordinasi dan Rapat Kerja (Raker) bersama pengurus 29 cabang olahraga di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Polewali Mandar, Sabtu (4/7/2026).
Raker tersebut dibuka langsung oleh Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud. Turut hadir Ketua DPRD Polewali Mandar Fahri Fadly, Ketua KONI Polewali Mandar Andi Mappangara, jajaran pengurus KONI, serta perwakilan cabang olahraga.
Ketua KONI Polewali Mandar, Andi Mappangara, mengatakan pihaknya sengaja menghadirkan Kepala Kejaksaan Negeri untuk memberikan pemahaman mengenai aspek hukum dalam pengelolaan organisasi olahraga, khususnya terkait penggunaan anggaran.
Menurutnya, langkah itu dilakukan agar persoalan tata kelola yang pernah terjadi pada kepengurusan sebelumnya tidak kembali terulang.
“Kami tidak ingin kejadian pada kepengurusan sebelumnya terulang, khususnya yang berkaitan dengan mekanisme pengelolaan anggaran.
Karena itu kami menghadirkan Pak Kajari untuk memberikan pemahaman dari sisi hukum. Selain itu, Inspektorat juga kami undang sebagai pemateri dengan tujuan yang sama,” ujar Andi.
Andi menjelaskan, meski Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun ini tidak digelar akibat kebijakan efisiensi anggaran, pembinaan atlet harus tetap berjalan. Seluruh cabang olahraga diminta mempersiapkan atlet menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov).
“Kami menargetkan KONI Polewali Mandar kembali meraih gelar juara umum seperti yang pernah dicapai pada tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah cabang olahraga telah memulai program pembinaan, salah satunya melalui pelaksanaan Bupati Cup cabang sepak bola yang mendapat dukungan dari KONI.
Selain itu, Andi meminta pengurus cabang olahraga yang masa kepengurusannya telah berakhir agar segera menggelar musyawarah daerah sehingga organisasi dapat kembali aktif menjalankan program kerja dan memenuhi syarat memperoleh dukungan dari KONI.
Sementara itu, Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, mengatakan rapat koordinasi dan rapat kerja tersebut menjadi forum penting untuk menyusun arah pembinaan olahraga daerah sekaligus meningkatkan kualitas atlet, pelatih, dan tata kelola organisasi olahraga.
Namun, ia mengakui kondisi fiskal daerah yang terdampak kebijakan efisiensi anggaran membuat pemerintah harus menunda sejumlah agenda, termasuk penyelenggaraan Porprov.
“Pemerintah daerah harus selektif menentukan kegiatan yang benar-benar berdampak bagi masyarakat. Bukan berarti olahraga tidak menjadi prioritas, tetapi kami harus mendahulukan kebutuhan yang paling mendasar seperti pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur,” kata Samsul.
Di kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri Polewali Mandar, Nurcholis, mengingatkan seluruh pengurus KONI dan cabang olahraga agar menjalankan organisasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menekankan pentingnya tertib administrasi, transparansi, serta kepatuhan terhadap mekanisme pengelolaan anggaran guna mencegah terjadinya tindak pidana korupsi dalam organisasi olahraga.
Melalui rapat kerja ini, KONI Polewali Mandar berharap pembinaan olahraga prestasi tetap berjalan optimal meski di tengah keterbatasan anggaran, dengan tetap mengedepankan tata kelola organisasi yang profesional, akuntabel, dan taat hukum.













