Polman, Komunika Nusatara. Menindaklanjuti surat edaran Direktorat Jenderal Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V Mamuju terkait kewaspadaan menghadapi musim kemarau, Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (Disbun TPH-Nak) Kabupaten Polewali Mandar menyatakan kesiapan untuk memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mengantisipasi dampak kekeringan, khususnya pada sektor persawahan dan perkebunan. Hal ini juga sesuai dengan arahan menteri pertanian R.I pada saat rakaornas mitigasi bencana elnino yang dihadiri bupati Polewali Mandar bulan April 2026 di Jakarta, Sabtu 25/07/2026.
Kepala Disbun TPH-Nak Kabupaten Polewali Mandar, Moh. Jumadil, mengatakan edaran tersebut menjadi acuan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan langkah-langkah antisipatif dalam menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Menurutnya, sinergi dengan Direktorat Jenderal BWS Sulawesi V Mamuju sangat penting untuk memastikan pengelolaan sumber daya air berjalan optimal sehingga kebutuhan irigasi bagi petani tetap terpenuhi selama musim kemarau.
“Sebagai tindak lanjut dari edaran BWS Sulawesi V Mamuju, tim teknis tanaman pangan Disbun TPH-Nak saat ini terus memantau kondisi lahan dan turun ke lapangan siap berkolaborasi dengan seluruh elemen, terutama Balai Wilayah Sungai Sulawesi V, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, penyuluh pertanian, kelompok tani dan petani untuk mengantisipasi kekeringan yang berpotensi mengganggu produksi sektor pertanian dan perkebunan di Polewali Mandar,” ujar Moh. Jumadil.
Ia menjelaskan, Disbun TPH-Nak akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sawah dan lahan perkebunan di berbagai wilayah. Hingga saat ini tercatat +/- 1.084 Hektar lahan padi yang masih butuh air dengan umur Tanam 50-60 HST umumnya adalah merupakan lahan sawah tadah hujan dan bukan menjadi layanan Daerah Irigasi Maloso. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan, termasuk berkoordinasi dengan BWS Sulawesi V Mamuju terkait pengaturan distribusi air irigasi serta upaya mitigasi di daerah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Selain itu, disampaikan juga bahwa sawah irigasi teknis D.I Maloso saat ini sebagian sudah panen dan memasuki masa panen sampai awal Agustus ini dan debit air bendung sekka sekka masih cukup tersedia. Pihaknya juga mengimbau para petani untuk memanfaatkan air secara efisien, menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca, serta aktif berkoordinasi dengan penyuluh pertanian apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh pasokan air.
Moh. Jumadil berharap kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah, BWS Sulawesi V Mamuju, dan seluruh elemen masyarakat dapat meminimalkan dampak musim kemarau terhadap produksi pertanian dan perkebunan.
“Semangat kolaborasi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan kekeringan. Dengan kerja sama yang baik, kita berharap produktivitas pertanian dan perkebunan di Polewali Mandar tetap terjaga serta ketahanan pangan daerah dapat dipertahankan,” tutupnya.













