Polman, Komunika Nusantara. Bupati Polewali Mandar menghadiri acara syukuran yang dirangkaikan dengan tradisi turun sawah di Puppalawo Desa Baru, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tradisi masyarakat petani sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus momentum untuk mengawali musim tanam. Acara ini juga diisi dengan berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan motivasi petani dalam mengembangkan produktivitas pertanian.
Penyuluh Pertanian Kecamatan Luyo, Ahmad, dalam kegiatan tersebut menggagas lomba hasil panen yang melibatkan kelompok tani. Lomba tersebut diikuti petani dengan areal persawahan sekitar 100 hektare.
Menurut Ahmad, kegiatan tersebut diharapkan dapat memotivasi para petani untuk berani menerapkan pola tanam yang lebih baik, termasuk sistem tanam PM – AAS Tabela jajar legowo maupun metode tanam lainnya yang dapat meningkatkan produktivitas.
Dalam lomba tersebut, disiapkan hadiah bagi petani dengan hasil panen terbaik. Juara pertama mendapatkan hadiah Rp2 juta, juara kedua Rp1,5 juta, dan juara ketiga Rp500 ribu dan tambahan handsprayer masing masing juara 1 – 10, sumber dana didapatkan dari sponsor pengusaha penggilingan padi kecamatan Luyo dan secara pribadi dari H.Samsul Mahmud.
Selain kegiatan lomba, terdapat pula dukungan pengembangan lahan pertanian. Teguh Wijanarto kepala TU BRMP Sulawesi Barat menyampaikan adanya bantuan dari Kementerian Pertanian untuk pengembangan sekitar 1.910 hektare metode PM AAS se kabupaten Polewali Mandar dengan paket bantuan berupa benih 70 kg / hektar dan pestisida. Metode PM AAS ini telah dilakukan demplot seluas 100 Hektar di Desa Bumiayu dan saat ini sementara memasuki musim panen dengan hasil rill yang didapatkan adalah 12 Ton Per Hektar.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Polewali Mandar mengapresiasi inisiatif para penyuluh pertanian yang mampu mengemas kegiatan turun sawah dan syukuran menjadi kegiatan yang memberikan motivasi kepada petani.
Bupati menilai tradisi syukuran dan turun sawah tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat masyarakat dalam meningkatkan hasil pertanian.
Ia juga mengapresiasi kegiatan yang digagas secara sederhana oleh penyuluh pertanian tersebut, khususnya lomba hasil panen yang dinilai dapat mendorong petani untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Polewali Mandar, M. Jumadil, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai inovasi yang dilakukan para penyuluh pertanian di lapangan.
Menurutnya, keberadaan penyuluh sangat penting dalam mendampingi petani, memberikan edukasi, serta mendorong penerapan metode pertanian yang lebih efektif sehingga produktivitas pertanian di Kabupaten Polewali Mandar semakin meningkat.
“Kami akan terus mendukung dan mendorong para penyuluh untuk berinovasi dalam mendampingi petani agar produktivitas pertanian di Polewali Mandar semakin baik,” ujarnya.
Dalam acara rapat turun sawah ini disepakati jadwal turun sawah kecamatan Luyo :
1. Pengairan dan Olah Tanah mulai tanggal 10 Agustus 2026
2. Hambur benih mulai 25 Agustus 2026 sampai 15 September 2026,
3. Tanam Pindah mulai 15 September 2026 – 20 Oktober 2026
4. Tabela PM AAS tanggal 5 – 10 September 2026
5. Varietas padi : Inpari 32, Inpari 42 dan Inpago
6. Potensi OPT : Walang Sangit, Wereng, Putih Palsu dba tikus
Sementara itu, kepala UPTD Maloso Kanan Subran menyampaikan bahwa saat ini tinggi Mercu di bendung sekka-sekka berada pada angka -15 (minus) sampai dengan -5 cm artinya angka ini berpotensi akan semakin menyusut apabila tidak ada hujan di hulu dan elnino makin panjang, hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap pasokan air D.I Maloso Kiri dan Kanan pada musim tanam ini dan petani harus waspada dan mengantisipasi dampak kekurangan pasokan air dari bendung sekka sekka.
Kegiatan syukuran dan turun sawah tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh, kelompok tani, dan masyarakat dalam mewujudkan sektor pertanian yang semakin produktif dan berkelanjutan.












