Polman, Komunikasi Nusantara. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, menyambut 12 peserta yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) calon kepala sekolah.
Arifin menyampaikan, diklat yang diikuti 12 peserta tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia berharap seluruh peserta dapat menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti diklat dalam meningkatkan kualitas pengelolaan satuan pendidikan, Selasa 8/9/2026
Menurut Arifin, secara administrasi para peserta masih memiliki peluang untuk melanjutkan proses sebagai calon kepala sekolah. Namun, mekanisme penempatan dan pengangkatan nantinya akan disesuaikan dengan skema, sertifikasi, serta ketentuan yang berlaku.
“Kita nanti melihat setelah ada sertifikatnya. Tentu kami akan menyampaikan kepada pimpinan dan meminta petunjuk mengenai mekanisme selanjutnya,” kata Arifin.
Ia menjelaskan, penempatan para calon kepala sekolah nantinya dapat mempertimbangkan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan. Tidak menutup kemungkinan, peserta yang telah mengikuti diklat ditempatkan di sekolah lain apabila terdapat sekolah yang membutuhkan pembinaan dan dinilai memerlukan sosok kepala sekolah yang memiliki kompetensi lebih sesuai.

“Boleh saja 12 orang ini tidak ditempatkan di tempatnya sekarang dan bisa ditempatkan di tempat lain kalau memang ada sekolah yang membutuhkan. Kalau ada sekolah yang mau diangkat kualitasnya dan ada yang dianggap lebih layak, tentu bisa menjadi pertimbangan,” ujarnya.
Meski demikian, Arifin mengatakan para peserta juga tetap dimungkinkan untuk melanjutkan tugas di sekolah masing-masing. Hal tersebut akan bergantung pada kebutuhan dan kebijakan yang ditetapkan.
Yang terpenting, kata dia, ilmu yang diperoleh selama mengikuti diklat harus memberikan perubahan nyata terhadap kualitas manajemen sekolah.
“Kami mengharapkan dari hasil diklat ini kualitas mereka semakin meningkat dalam melakukan manajemen di satuan pendidikan yang ditempati. Jangan istilahnya telur pergi, telur datang harus menetas. Harus ada peningkatan,” tegasnya.
Arifin menilai, pendidikan dan pelatihan selama sekitar 10 hari telah memberikan bekal kepada para peserta untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan pengelolaan sekolah.
“Sepuluh hari diklat sudah diberikan bekal. Harapannya mereka menjadi lebih dewasa dan lebih matang dalam menjalankan tugas,” pungkasnya.
Sementara itu, Erniwati Kepala SDN 066 Pekkabata Kabupaten Polewali Mandar menyampaikan, kehadirannya bersama 11 orang Peserta pelatihan bertujuan untuk melaporkan bahwa 12 orang peserta dari Polewali Mandar sudah menyelesaikan tahapan Pelatihan BCKS, dan akan segera menyelesaikan 1 proses lagi sebagai password untuk mendapatkan sertifikat dari KSPSTK yaitu semua peserta harus melaksanakan Seminar, Proyek Transformasi Pendidikan di satuan Pendidikan atau di Gugus masing-masing paling lambat 10 hari dari selesainya kegiatan kelas yang diselenggarakan oleh KGTK Sulawesi Barat bertempat di BPMP Sulawesi Barat .
Alhamdulillah semua berjalan lancar dan kami menyampaikan hasil pertemuan dengan Dinas Pendidikan terkait tindak lanjut pelaksanaan diklat tersebut.
*Namun, sejumlah keterangannya masih berkaitan dengan simulasi dan kebijakan penempatan sehingga masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait.
Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar selanjutnya akan menyesuaikan tindak lanjut para peserta diklat dengan kebijakan pemerintah serta kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.












