Polman, Komunika Nusantara. Bupati Polewali Mandar (Polman) H. Samsul Mahmud melepas kontingen Gala Siswa Indonesia (GSI) Kabupaten Polewali Mandar yang akan mengikuti kompetisi tingkat Provinsi Sulawesi Barat di Kabupaten Majene, Rabu (23/9/2026).
Dalam sambutannya, Samsul Mahmud berpesan kepada para siswa agar menjadikan keikutsertaan dalam GSI sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, membangun karakter, serta membawa nama baik Kabupaten Polewali Mandar.
Ia menegaskan, keberhasilan dalam sebuah pertandingan tidak semata-mata diukur dari kemenangan. Menurutnya, proses pembentukan karakter, disiplin, semangat juang, dan sportivitas jauh lebih penting bagi perkembangan para siswa.
“Ini membawa nama daerah. Saya minta anak-anakku betul-betul mengikuti kegiatan ini dengan baik. Tidak semua anak bisa mengikuti karena ada seleksi yang ketat. Kalian yang terpilih harus memanfaatkan kesempatan ini,” ujar Samsul Mahmud.
Bupati juga mengingatkan para atlet muda agar tetap rendah hati dalam menghadapi pertandingan. Mereka diminta tidak sombong ketika meraih prestasi dan tidak berkecil hati ketika mengalami kekalahan.
“Kalau menang jangan sombong. Kalau belum mendapat prestasi, jangan berkecil hati. Dalam sebuah pertandingan ada menang dan ada kalah. Itulah bagian dari sebuah proses,” katanya.
Menurut Samsul, pengalaman mengikuti kompetisi akan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda Polman. Karena itu, ia meminta para siswa menunjukkan kedisiplinan, kerja keras, serta menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti seluruh rangkaian pertandingan.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada para guru dan pendamping yang telah memberikan pembinaan kepada para siswa. Ia berharap pendamping terus memberikan motivasi dan dukungan agar para atlet muda dapat tampil maksimal.
“Guru-guru dan para pembina yang memiliki semangat luar biasa, saya berharap terus mendampingi anak-anak kita dan memberikan semangat,” ucapnya.
Samsul Mahmud menilai Polewali Mandar memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga, termasuk dari kalangan pelajar. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet muda sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia.
Ia menyebut para siswa yang mengikuti GSI merupakan bagian dari generasi masa depan Polewali Mandar yang diharapkan memiliki karakter, kedisiplinan, dan mental yang kuat.
“Anak-anak ini adalah generasi Kabupaten Polewali Mandar. Di dalamnya ada anak-anak yang memiliki disiplin dan karakter yang kuat. Ini kesempatan yang luar biasa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Arifin Yambas , menjelaskan bahwa kontingen Polman yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi dari tingkat kecamatan.
Menurutnya, para siswa yang terpilih merupakan pelajar yang dinilai memiliki kemampuan dan potensi di bidang olahraga, khususnya sepak bola.
“Yang berangkat ini mewakili Polman, hasil seleksi dari kecamatan. Mereka benar-benar memiliki potensi dan talenta,” kata Arifin.
Ia menjelaskan, pelaksanaan GSI tingkat Provinsi Sulawesi Barat akan berlangsung di Kabupaten Majene pada 23–25 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari sejumlah kabupaten di Sulawesi Barat dan menjadi tahapan untuk memperebutkan tiket menuju tingkat nasional.
Arifin Yambas, mengatakan pihaknya optimistis kontingen Polman mampu tampil maksimal dan memiliki peluang untuk menjadi wakil Sulawesi Barat pada kompetisi GSI tingkat nasional.
“Kami optimistis bisa mewakili Sulawesi Barat ke tingkat nasional. Tentu ini membutuhkan kerja keras, dukungan, dan semangat dari anak-anak kita,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat menjaga nama baik daerah selama berada di Kabupaten Majene serta menjadikan kompetisi tersebut sebagai pengalaman untuk meningkatkan kemampuan dan mental bertanding.
Dengan bekal hasil seleksi dan pembinaan yang telah dilakukan, kontingen GSI Polman diharapkan mampu menunjukkan permainan terbaik sekaligus membawa semangat sportivitas dan karakter pelajar Polewali Mandar di tingkat Provinsi Sulawesi Barat.













