POLMAN, Komunika Nusantara. Abrasi pantai yang terus mengikis daratan menjadi ancaman serius bagi permukiman warga di Desa Tammangalle, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menyiapkan langkah penanganan melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan balai teknis terkait, selasa 13/10/2026.
Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, mendorong agar penanganan abrasi di kawasan pesisir tersebut mendapat perhatian serius, terutama untuk mengurangi risiko kerusakan lingkungan dan melindungi permukiman masyarakat yang berada di sekitar pantai.
Sebagai langkah awal, sebanyak 200 geobag atau kantong penahan material telah tiba. Selain itu, pemerintah daerah juga telah mengusulkan penambahan sekitar 600 geobag guna memperkuat upaya perlindungan kawasan pesisir dari ancaman pengikisan pantai.
Penambahan geobag tersebut diharapkan dapat membantu menahan dampak abrasi, sekaligus menjadi bagian dari upaya mitigasi untuk mengurangi risiko terhadap rumah warga dan lingkungan di sekitarnya.
Koordinasi dengan Dinas PU dan balai terkait dilakukan untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi lapangan. Upaya ini penting agar penanganan abrasi tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan perlindungan pantai dalam jangka panjang.
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar juga perlu memastikan pemantauan kondisi pesisir terus dilakukan, mengingat abrasi berpotensi mengancam keselamatan warga, merusak lingkungan, serta mengganggu aktivitas masyarakat yang bermukim di kawasan tersebut.
Penanganan abrasi di Desa Tammangalle menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah dalam menghadapi persoalan wilayah pesisir. Melalui koordinasi lintas instansi dan dukungan penanganan teknis, diharapkan risiko kerusakan akibat abrasi dapat ditekan dan perlindungan terhadap permukiman warga semakin diperkuat.












