Polman, Komunika Nusantara, Dengan berkembangnya covid-19 yang berdampak pada perekonomian masyarakat baik di sektoral nelayan dan petani.
Kini pemerintah terfokus bicara soal kesehatan semisal : medis, klinis dll. Menurut Bung Chua R.( Ketua FAM’D)” seharusnya pemerintah daerah jangan hanya bicara pencegahan ckvud19, akan tetapi hadir di tengah- tengah masyarakat untuk bicara soal ketahanan pangan dan mengantisipasi krisis di sektoral Nelayan dan petani. Lanjut kata beliau,” pemerintah seharusnya tidak terfokus hanya bicara soal medis atau kesehatan saja, di sektoral pertanian dan nelayan harus di perhatikan karena ini bisa menjadi ancaman krisis kedepan, secara garis besar.
Pemerintah harus mengalokasikan dana untuk Nelayan kecil yg mandek pencahariannya karena terganggunya pasar, Petani hasil kebunnya murah buruh bangunan Menganggur dan lain sebahainya.
Sedangkan di sektoral pertanian kini sedang saat ini memasuki berlang panen raya. Pemkab Polman,” harus
melakukan monotoring di titik – titik produksi gabah, agar supaya untuk sementara tidak di perbolehkan d jual keluar. Biar pihak bulog yang membeli sesuai harga di pasar, karena saat ini kita tahu bahwa stok gabah yang ada di Bulog sangat menipis bahkan habis.
Lanjut kata beliau,” jadi jika pemerintah kini tidak cerdas mencari solusi maka bisa saja terjadi krisis kedepan, masyarakat kita akan mati kelaparan akibat akses produksi tdak stabil, ini di akibatkannya lock down atau di rumah saja.(BRI)













