Polman, Komunika Nusantara. Komisi II DPRD Polman menggelar RDP bersama Dinas pertanian, Kepolisian dan SPBU guna menindak lanjuti aksi yang dilakukan kelompok petani penyedia jasa traktor (dopeng) dan alat panen yang mengeluhkan sulitnya mendapakan solar
RDP yang berlangsung pada Rabu, 27/10/2021, di ruang komisi II yang dipimpin Rahmdi Anwar Ketua komisi didampingi wakil ketua II Hamzah syamsuddin dan Nurdin Tahir Anggota Komisi II.
Pada saat rapat dengar pendapat !RDP) perwakilan pateni dari beberapa kecamatan, mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar, bahkan mereka biasa antri sampai larut malam tapi tidak dapat juga.
Selain itu diduga ada permainan di SPBU karena kami melihat ada beberapa orang yang keluar dari ruangan yang membawa jergen yang isiniya solar tidak ditahu dari mana dapat, sehingga kami menduga ada permainan, untuk itu kami adukan ini ke DPRD untuk meminta solusi, “ungkap perwakilan petani.
Berikut penyampaian perwakilan petani
– Perwakilan Petani Wonomulyo ; Kami petani sulit mendapatkan solar, jadi kalau bisa memeberikan kebijakan khusus petani, agar kami mudah mendapatkan solar, kami lihat disana banyak juga pedagang solar antri akibatnya kami dari petani tidak dapat solar.
– Binuang ; kami butuh solar dan kami menanyakan sumber rekomendasi dari mana apakah dari dinas pertanian, atau dari pertamina
– Luyo ; Kalau bisa ada lokasi solar khusus untuk petani.
Mapilli ; saya antri dengan pengecer bahkan ada mobil truk yang ada diatasnya jergen sehingga kami sulit dapat solar, padahal kami dulu gampang dapat solar, sekarang kami antri sampai malam belum tentu juga dapat.
Menanggapi hal tersebut yang dikeluhkan petani, pihak pertamina menuturkan itu karena kapal dari pare – pare lambat masuk sehingga pasokan solar secara otomatis lambat, terkait adanya kecurigaan pertamina dianggap tidak objektif dalam pelayanan, yaaa..yang jelasnya yang kami isikan sesuai isin atau rekomendasi dinas pertanian.
Lanjut, selain faktor diatas adanya kebijakan ppkm itu juga berpengaruh, untuk bulan -bulan kedepan insya Allah semua akan normal kembali karena kita punya jatah 64 ton/bulan atau 8 ton / hari.
Sementara dari Dinas peranian, soal kelangkaan BBM , kedepanya akan segega normal, jadi kita juga minta kepada petani agar mengikuti pola tanam sehingga gampang diatur waktu pembelian solar, khusus pihak SPBU kami minta agar kebutuhan petani diutamakan bukan pengencer.
Hasil dari RDP ini Petani meminta
diberi ruang khusus bagi petani untuk membeli solar, selain itu surat rekomendasi untuk menndapatkan solar hanya satu pintu yakni rekomendasi dari dinas pertanian.
Nurdin Tahir anggota komisi II, ia mengungkapkan persoalan sulitnya petani mendapatkan solar kita berharap tidak terjadi lagi, kami meminta kepada Dinas pertanian dan SPBU agar betul – betul memperhatikan petani sebab kita akan kesulitan kalau petani tidak bertani ( BRI)














