POLMAN, Komunika Nusantara. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, S.Sos., M.M., mendorong Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI-PGRI) terus memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan profesionalisme guru, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD).
Hal tersebut disampaikan Arifin saat membuka Konferensi Cabang (Konfercab) IGTKI-PGRI Cabang Polewali, Kecamatan Polewali, Tahun 2026, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Membangun IGTKI-PGRI yang Adaptif, Kolaboratif, Transformatif dalam Menyiapkan Generasi Emas Indonesia” tersebut menjadi momentum strategis bagi organisasi untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja kepengurusan sebelumnya sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi dan memilih kepengurusan periode 2026–2031.
Dalam sambutannya, Arifin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Konfercab IGTKI-PGRI Kecamatan Polewali. Menurutnya, konferensi cabang bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi, evaluasi, dan penguatan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan anak usia dini.
Ia berharap forum tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk mengevaluasi berbagai program dan capaian kepengurusan sebelumnya, sekaligus melahirkan kepemimpinan baru yang amanah, bertanggung jawab, dan memiliki visi dalam mengembangkan organisasi.
“Melalui konferensi ini, kita berharap lahir pengurus yang memiliki komitmen kuat, mampu menjaga soliditas organisasi, serta membawa IGTKI-PGRI semakin maju dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.
Arifin juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara IGTKI-PGRI dan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, khususnya Dinas Pendidikan. Menurutnya, keberadaan guru taman kanak-kanak memiliki posisi strategis karena menjadi bagian terdepan dalam meletakkan fondasi pendidikan serta membentuk karakter anak sejak usia dini.
Pendidikan pada tahap awal kehidupan, lanjutnya, tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu menanamkan nilai-nilai karakter, moral, kedisiplinan, kemandirian, kreativitas, dan kemampuan sosial anak.
Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan PAUD harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik.
Ia mengingatkan para guru TK agar terus mengembangkan kemampuan, memperkaya metode pembelajaran, serta meningkatkan kreativitas dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.
Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, guru juga dituntut semakin adaptif terhadap perubahan. Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan perlu diimbangi dengan pendekatan pembelajaran yang humanis, kreatif, dan tetap mengedepankan pembentukan karakter anak.
Lebih jauh, Arifin berharap kepengurusan IGTKI-PGRI periode 2026–2031 mampu menyusun program kerja yang terarah, inovatif, dan berkelanjutan serta selaras dengan kebijakan dan prioritas pembangunan pendidikan di Kabupaten Polewali Mandar.
Menurutnya, organisasi profesi guru harus menjadi wadah yang produktif dalam memperjuangkan kepentingan anggota, meningkatkan kapasitas pendidik, serta memperluas ruang kolaborasi untuk menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas.
Melalui Konfercab tersebut, IGTKI-PGRI Cabang Polewali diharapkan semakin solid dan mampu mengambil peran lebih besar dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
Dengan organisasi yang kuat, guru yang profesional, serta dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, pendidikan anak usia dini di Kabupaten Polewali Mandar diharapkan semakin berkualitas dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia.













