"/>

Polman, Komunika Nusantara, Hari kemerdekaan adalah tonggak sejarah Bangsa yang harus kita perthankan, selain mempertahankan kita harus mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif dan menibulkan rasa cinta dan Nasionalisme, 74 Tahun Bangsa ini merdeka itu artinya sudah memasuki usia yang matang untuk bisa menjadi Negara yang maju jika di bandingkan dengan Negara Asia lainnya.

Tepat 17 Agustus 1945, Ir. Suekarno dan Muh. Hatta, memproklamasikan kemerdekaan Bangsa Indonesia, di tahun itu pula Nagasaki dan herozima Jepang di bom oleh sekutu, secara logika mestinya kita jauh lebih maju jika di banding Negara tersebut (jepang ) atau Negara asia lainnya. Mereka hancur di tahun itu, kita sudah merdeka akan tetapi sekarang mereka menjadi Negara yang jauh lebih maju dan modorent.

Saya Basri Bas (Bung Ranjer), ketua Ormas Forum Persaudaraan Pemuda Sulbar(FPPS),.Sebagai generasi bangsa ini yang ikut menikmati kemerdekaan dan perjuangan para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Bangsa ini, merasa senang, bangga dan sekaligus prihatin melihat kondisi masyarakat yang jauh dari kemerdekaan khususnya Polewali Mandar.
Bagaimana tidak baru- baru ini kita bisa lihat atau baca melalui media ataupun facee book di kecamatan bulo salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten polewali Mandar Provensi Sulawesi Barat, ada jenazah yang harus di tandu untuk menuju rumahnya karena akses jalan tidak bisa di lalui dengan roda empat sehingga warga menandu jenazah tersebut untuk bisa sampai kerumah duka, kita sudah meredeka 74 tahun tapi kondisi seperti ini masi dirasakan warga kacamatan Bulo. Melalui momentum ini saya sebagai warga sekaligus ketua Ormas FPPS Sulawesi Barat, meminta perhatikan dari para pemimping di daerah ini agar ke depannya kejadian seperti ini tidak terulang lagi dan memperbaiki akses jalan ke kecamatan Bulo sehingga semua warga bisa menikmati kemerdekaan yang sesungguhnya,Dirgahayu Negeriku yang tercinta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here