Mamuju, Komunika Nusantara – Karo Pemkesra Sulbar Murdanil menghadiri penandatanganan Kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dengan Kaizen Collaborative Impact (sebagai Local Implementing Partner) tentang Penyelenggaraan Program Sulawesi Barat Cerdas Digital bagi kelompok muda, orang tua dan tenaga pendidik di wilayah Kabupaten Kota Provinsi Sulawesi Barat.

Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, dengan Direktur Eksekutif Kaizen Collaborative Impact Ismita Saputri.

“Kerja sama ini didasari oleh keinginan bersama untuk saling menunjang tugas di bidang pendidikan, pemberdayaan, dan pembangunan bangsa,” kata Murdanil.

Program ini didukung oleh Google.org dan dirancang untuk memberikan pemberdayaan berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas digital bagi berbagai lapisan masyarakat di wilayah Sulawesi Barat
ujuan utama dari penyelenggaraan program ini adalah:
1. Pemberdayaan Berkelanjutan: Memberikan pemberdayaan jangka panjang kepada seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Barat melalui edukasi digital.

2. Peningkatan Kompetensi Digital: Meningkatkan skill teknis dan wawasan digital masyarakat yang diiringi dengan pemahaman literasi digital yang kuat.

3. Pengukuran Indeks Literasi: Menghasilkan data konkret mengenai tingkat literasi digital masyarakat melalui Laporan Indeks Literasi Digital yang akan dirilis pada awal Januari 2027.

Program Sulawesi Barat Cerdas Digital mencakup tiga pilar materi utama yang akan disampaikan kepada penerima manfaat, yaitu:
1. AI Ready ASEAN: Meliputi Hour of Code dan pembelajaran mendalam melalui AIClassASEAN.org.
2. AIM ASEAN: Fokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk UMKM dan wirausaha (AI for MSME/Entrepreneur).
3. SCAM Ready ASEAN: Program literasi untuk mengenali dan mencegah penipuan berbasis digital (AI SCAM Literacy Program).
rogram ini menargetkan keterlibatan inklusif dari 6 kelompok masyarakat di Wilayah Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Barat, yaitu:
● Generasi Muda: Rentang usia 15–35 tahun.
● Tenaga Pendidik: Guru dan Dosen.
● Orang Tua: Termasuk kelompok Posyandu, PKK, dan sebagainya.
● Komunitas Kurang Terlayani: Rentang usia 15–64 tahun.
● Pelaku Usaha: UMKM dan wirausahawan.
● Masyarakat Umum.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here