Polman, Komunika Nusantara. Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, menghadiri wisuda 231 santri dan santriwati Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga, Kecamatan Binuang, Kamis (14/5/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Polewali Mandar itu menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar terhadap pengembangan pendidikan pesantren di daerah.
Dalam sambutannya, Samsul Mahmud menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung pondok pesantren sebagai pusat pembinaan akhlak, pendidikan karakter, dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi generasi muda.
“Karena hari ini juga kita hadir di pesantren, itu membuktikan bahwa komitmen kami sangat jelas,” ujar Samsul Mahmud di hadapan para santri, wali santri, dan tamu undangan.
Ia menjelaskan, dukungan pemerintah terhadap pondok pesantren tidak hanya sebatas perhatian moral, tetapi juga diwujudkan melalui dorongan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Pesantren. Menurutnya, keberadaan regulasi tersebut penting agar bantuan pemerintah kepada pondok pesantren memiliki dasar hukum yang jelas dan tidak terkendala persoalan administrasi.
“Bantuan kepada pondok pesantren harus memiliki regulasi yang jelas supaya tidak terganggu dengan aturan dan administrasi. Karena itu, Pemda mendukung adanya Perda Pesantren,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Polman juga menunjukkan kepeduliannya secara pribadi dengan menyerahkan bantuan berupa gaji selama 10 bulan untuk Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga.
Selain itu, ia berpesan kepada seluruh santri dan santriwati yang diwisuda agar menjadikan momentum kelulusan sebagai awal pengabdian di tengah masyarakat.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, saya menyampaikan selamat yang setulus-tulusnya kepada seluruh santri yang hari ini diwisuda,” ucapnya.
Samsul Mahmud berharap para lulusan pesantren mampu menjadi generasi yang membawa ketenangan, persatuan, serta nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.
“Jadilah penyejuk di tengah panasnya keadaan, jadilah penengah saat terjadi perbedaan, dan jadilah generasi yang membuat orang lain merasa tenang dengan kehadiran kalian,” pesannya.
Ia juga memberikan penghormatan kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di pondok pesantren. Menurutnya, memilih jalur pendidikan pesantren merupakan langkah mulia yang membutuhkan kesabaran dan pengorbanan besar.
Apresiasi turut disampaikan kepada para guru dan pengasuh pesantren yang dinilai memiliki peran penting dalam membangun peradaban melalui pendidikan karakter dan ilmu agama.
“Mendidik santri bukan pekerjaan biasa. Ini adalah pekerjaan peradaban. Dari tangan para guru lahir generasi yang akan menentukan arah masa depan umat,” tuturnya.
Sementara itu, Pendiri Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga, Mahmudin, mengaku bersyukur atas kehadiran Bupati Polewali Mandar dalam acara wisuda tersebut.
Menurutnya, selama kurang lebih 11 tahun berdirinya Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga, baru kali ini seorang Bupati Polewali Mandar hadir langsung dalam kegiatan wisuda santri dan santriwati.
Dalam wisuda tersebut, sebanyak 231 santri resmi menyelesaikan pendidikan, terdiri dari 108 santri dan 123 santriwati Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga.














