Polman, Komunika Nusantara. Komitmen Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, untuk mengatasi kekeringan yang melanda ratusan hektare tambak di Desa Panyampa, Kecamatan Campalagian, mulai direalisasikan. Alat berat kini telah turun dan beroperasi untuk mengeruk tumpukan pasir yang menghambat aliran air laut menuju kawasan tambak, sabtu 10/10/2026.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari peninjauan langsung yang dilakukan Samsul Mahmud di kawasan tambak dan muara sungai Desa Panyampa, Jumat (2/10/2026). Saat itu, Bupati berjanji mengerahkan alat berat untuk membuka kembali jalur aliran air yang tertutup material pasir.
Tertutupnya muara sungai menyebabkan pasokan air laut ke kawasan tambak terganggu. Akibatnya, petambak mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk mempertahankan kegiatan budidaya. Sejumlah petambak bahkan terpaksa menggunakan mesin pompa secara mandiri agar air tetap dapat dialirkan ke tambak mereka.
Kini, pengerukan mulai dilakukan dengan mengangkat material pasir yang menghalangi jalur masuk air laut. Upaya tersebut diharapkan dapat memperlancar kembali aliran air menuju kawasan pertambakan sehingga kebutuhan air bagi para petambak dapat terpenuhi.
Sebelumnya, saat meninjau lokasi bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Polewali Mandar, Kepala Desa Panyampa, dan sejumlah tokoh masyarakat, Samsul Mahmud menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera mengambil langkah penanganan.
“Dalam waktu dekat kita akan turunkan alat berat untuk melakukan pengerukan muara sungai,” kata Samsul Mahmud saat itu.
Realisasi pengerukan tersebut menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menindaklanjuti persoalan yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, khususnya petambak yang menggantungkan penghasilan dari usaha budidaya.
Pengerukan muara diharapkan tidak hanya membuka kembali jalur aliran air laut, tetapi juga membantu mengurangi dampak kekeringan yang selama ini mengganggu aktivitas pertambakan di Desa Panyampa.
Meski alat berat telah beroperasi, kelancaran aliran air menuju tambak serta pemulihan kondisi tambak tetap menjadi hal yang perlu dipantau hingga penanganan di lapangan menunjukkan hasil sesuai harapan.
Langkah ini menegaskan tindak lanjut atas komitmen yang disampaikan Bupati Samsul Mahmud ketika turun langsung melihat kondisi tambak warga.
Pemerintah daerah diharapkan terus memastikan penanganan berjalan efektif agar petambak dapat kembali menjalankan usaha mereka dengan dukungan pasokan air yang memadai.













