Polman,Komunika Nusantara, Telah berlangsung aksi protes yang dilakukan oleh sekitar 50 orang karyawan RSUD Polewali Kab. Polman yang dipimpin Ari Hamid Saputra, A.MK (korlap) terkait adanya rencana pemberlakuan tarif parkir di RSUD Polewali bagi dokter, ASN dan honorer.

 Pukul. 10.10 WITA, di Aula RSUD Polewali dilakukan pertemuan antara Mukim (Plt Direktur RSUD Polewali Kab. Polman), H. Amiruddin, SH (Wakil Ketua I DPRD Kab. Polman), Abbas Amin (Ketua PPK Dishub Kab. Polman), Dr. Mustaman (Kepala TU RSUD Polewali), Zulkarnain (Pengelola Parkir RSUD Polewali), perwakilan dokter dan karyawan RSUD Polewali. Sehubungan dengan hal tersebut dapat dilaporkan sebagai berikut :

 Ari Hamid Saputra, A.MK (korlap) mengatakan antara lain :
Selain biaya parkir yang memberatkan para karyawan, fasilitas pelayanan juga yang dinilai kurang baik karena pada jam pulang harus antrian panjang dipintu keluar RSUD Polewi, oleh sebab itu karyawan dan pengunjung rumah sakit sebagian memilih untuk memarkirkan kendaraannya didepan atau diluar pagar RSUD.

Aksi protes ini merupakan bentuk kekecewaan para karyawan terhadap pihak rumah sakit utamanya pengelola parkir yang memungut biaya parkir bagi para pegawai rumah sakit yang sekitar 70 % nya merupakan karyawan sukarela yaitu dengan rincian :
Karyawan PNS
Motor 50 Ribu/tahun
Mobil 90 Ribu/tahun
Karyawan Sukarela
Motor 25 Ribu/tahun
Mobil 90 Ribu/tahun

H. Amiruddin,SH (Wakil Ketua I DPRD Kab. Polman) mengatakan, Saya katakan diforum ini, bahwa banyaknya parkir ke daraan sikuar RSUD Polewali sangat tidak enak dipandang, selain itu juga berakibat tidak baik karena mengakibatkan kemacetan dan menghambat masyarakat yang mungkin saja ingin masuk ke Rumah Sakit ini, maka dari itu saya persilahkan kepada teman- teman sekalian yang ingin menyampaikan keluhannya.

Dr. Yanti (Pwgawai RSUD Polewali) mengatakan antara lain :
a. Adapun dalam aksi kami ini merupakan bentuk kekecewaan kepada pihak rumah sakit, utamanya pada parkiran yang ada di rumah sakit ini yang mana tarif parkir yang dipungut sangat tidak masuk akal seperti contoh besaran pungutan yang diterapkan kepada ASN dan Sukarela itu berpariatif namun tetap sama semua tetap dipanasi matahari seperti contoh masyarakat atau pasien yang datang di rumah sakit ini harus membayar 28 ribu hanya datang mengambil nomor urut antrian untuk berobat.

Saya rasa ini sangat tidak cocok dikarenakan besaran pungutan parkir ini diterapkan kepada para karyawan rumah sakit yang mana sama seperti dipungut parkiran di rumah sendiri, selain itu kami juga heran dikarenakan apa bedanya kami misalnya memiliki mobil 3 tapi tetap 1 yang dibawa ke rumah sakit namun tarif parkirnya itu cukup tinggi bagi karyawan.

Saya pribadi tidak terlalu pusing dengan biayanya, namun saya menyampaikan kekecewaan para pegawai yang ada di rumah sakit ini serta keluhan para pasien yang ada.

Murwanto (Security RSUD Polewali) mengatakan, Saya menyampaikan kepada bapak, bahwa saya sempat berbincang dengan pasien yang memarkirkan kendaraannya sampai 4 hari itu dipungut biaya hingga 200 hingga 300 ribu rupiah dikarenakan biaya parkir mondar mandir masuk rumah sakit.

H. Mukim (Plt Direktur RSUD Polewali) mengatakan antara lain :
Adapun saya dapat sampaikan bahwa lahan rumah sakit itu adalah pihak rumah sakitlah yang bisa kelola, namun dipihak ketigakan dalam hal ini dinas perhubungan sebagai retribusi daerah untuk dikelola

Saya kira kalau kita duduk bersama-sama kita bisa membicarakan dengan baik serta mendiskusikan masalah atau keluhan para karyawan

Abbas Amin. (Ketua PPK Dishub Kab. Polman/mewakili Kadis perhubungan) mengatakan, Masalah parkir ini ada di peraturan daerah yang dipihak ketigakan melalui lelang di daerah kepada pihak ketiga, adapun regulasi pembayaran untuk karyawan rumah sakit saya selaku kepala Uptd Perparkiran Daerah tidak pernah mengetahui terkait putusan pembayaran kepada karyawan rumah sakit

Zulkarnain (Pengelola parkir RSUD Polewali) mengatakan antara lain :
a. Kembali saya katakan bahwa saya disini legal berdasarkan kontrak dari daerah dalam hal ini pihak perhubungan yang mengontrak saya atau sebagai pihak ketiga berdasarkan Perda pasal 10 poin ke yang mana peraturan daerah yang mengatur tentang pengelolaan parkir

Adapun kami bedakan itu antara pungutan parkir mobil dan motor dikarenakan aturan yang telah ditetapkan dari daerah, adapun berdasarkan keluhan pasien tersebut kami mengambil kebijakan bagi pasien yang menginap kami sarankan membawa kartu pasien agar mengurangi biaya parkir.

Adanya perbedaanya biaya parkir antara mobil dengan motor itu dikarenakan lahan parkiran bagi mobil mengambil space parkir yang cukup besar ketimbang motor.

Kami tidak bisa berbohong mengenai parkiran dikarenakan ada sistem yang sewaktu waktu dapat di audit atau diperiksa oleh daerah yang mana kami harus menyetor sekitar 80 juta pertahunnya kepada pemerintah, kami bergerak brdasarkan aturan yang ada terkait untung ruginya terhadap kami itu daerah tidak mau tau.

H. Amiruddin, SH (Wakil Ketua I DPRD Kab. Polman) mengatakan antara lain :
Baiklah kita tarik kesimpulan dari hasil rapat ini saya tawarkan solusi dalam rangka menilai dan menguji pihak parkir akan kita adakan uji petik terkait parkiran di rumah sakit ini yaitu selama belum ada hasil dari Tim Uji Petik yang dibentuk nantinya saya minta diberlakukan parkir gratis dulu bagi para karyawan hingga bulan April mendatang.

Saya tidak mau ada bahasa dari pengelola parkir lepas tangan terkait keamanan kendaraan yang ada, apapun yang terjadi terkait kendaraan yang ada itu wajib dalam tanggung jawab pihak parkir, oleh karena itu mari kita lakukan uji petik dulu. Dalam rangka uji petik, untuk bulan Maret ini parkir di gratiskan nanti setelah itu baru kita evaluasi.

Pukul. 11.58 WITA, Pertemuan antara pihak RSUD Polewali, WaklinKetua I DPRD Kab. Polman, Pengelola parkir dan karyawan RSUD Polewali selesai dengan aman, tertib dan lancar.
Hasil kesepakatan dalam pertemuan tersebut, setelah dilakukan uji petik dan evaluasi pihak RSUD Polewali akan membuatkan stiker atau ID Card khusus parkir bagi karyawan RSUD Polewali.(BRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here