Polman, Komunika Nusantara. Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan digelar di Rumah Adat Buttu Cipping, Kecamatan Tinambung, Kamis, dengan suasana berbeda karena dilaksanakan di bulan suci Ramadan dan dirangkaikan dengan buka puasa bersama, Kamis 26/02/2026.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, bersama Wakil Bupati Andi Nursami Masdar.
Turut hadir sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat dari empat kecamatan yakni Balanipa, Limboro, Tinambung, dan Alu, serta para kepala desa dari wilayah tersebut.
Hadir pula anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Samsul Samad dari Fraksi Demokrat dan Abd. Rahim dari Fraksi NasDem.
Dalam forum tersebut, berbagai usulan dan rencana pembangunan untuk tahun anggaran mendatang menjadi fokus pembahasan. Sejumlah aspirasi masyarakat mengemuka, mulai dari peningkatan infrastruktur jalan, pelayanan publik, hingga penguatan sektor kesehatan.
Pelaksanaan Musrenbang di bulan Ramadan memberikan nuansa kebersamaan yang lebih terasa. Setelah sesi diskusi dan penyampaian usulan, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang diikuti seluruh peserta.
Momentum ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, legislatif, camat, kepala desa, dan unsur masyarakat dari empat kecamatan.
Salah satu peserta Musrenbang, Fadli, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut terasa lebih bermakna karena dilaksanakan di bulan penuh berkah.
“Musrenbang kali ini terasa berbeda karena selain membahas arah pembangunan daerah, kita juga bisa berbuka puasa bersama dan mempererat silaturahmi antar empat kecamatan. Semoga Musrenbang yang dilaksanakan di bulan suci ini membawa berkah bagi daerah kita,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi keuangan daerah yang saat ini belum sepenuhnya stabil. Dengan keterbatasan anggaran, ia berharap pemerintah daerah memastikan setiap program pembangunan benar-benar tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kita memahami penjelasan Bupati terkait kondisi keuangan daerah. Karena itu, kita berharap setiap usulan yang masuk benar-benar lahir dari aspirasi masyarakat dan memberikan dampak nyata, terutama pada pelayanan publik, akses jalan, dan sektor kesehatan. Jangan sampai anggaran habis tetapi tidak memberi efek nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui Musrenbang ini, diharapkan lahir perencanaan pembangunan yang efektif, realistis, dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Selain menjadi forum penyusunan program prioritas, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan nilai spiritual di bulan Ramadan, demi kemajuan Polewali Mandar ke depan.kasi














