Polewali Mandar, Komunika Nusantara. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, sukses menggelar pagelaran seni dan budaya yang berlangsung di Gedung Gadis, pada Sabtu–Minggu malam, 19–20 Desember 2025.
Kegiatan ini mempertandingkan berbagai jenis lomba seni dan budaya, di antaranya lomba lagu daerah, lomba komedi berkelompok. Selain itu, turut ditampilkan permainan Tradisional daerah, yakni mangasing, majekka, dan ma’gasing sebagai upaya pelestarian budaya lokal.
Pagelaran seni dan budaya tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten I Setda Polewali Mandar, Agus Nia Hasan sulur , yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, Andi A. Rajab Patanayagi.
Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta koordinator wilayah dan para kepala sekolah tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Polewali Mandar.
Dalam sambutannya, Asisten I Agus Nia Hasan sulur menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada panitia pelaksana atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menilai kegiatan ini sangat positif karena melibatkan para pelajar, baik tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP), sebagai wadah pengembangan bakat dan kreativitas siswa.
Sementara itu, panitia pelaksana saat dikonfirmasi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan beserta seluruh jajaran yang telah memberikan support sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan sukses.
Panitia pelaksana, Basith wahab, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ruang dan kesempatan kepada para siswa dalam menyalurkan serta menampilkan bakat dan kemampuan mereka, baik di bidang seni, bercerita, maupun tarik suara.
Dari kegiatan ini diharapkan melahirkan siswa-siswi berprestasi di bidang seni dan budaya. Lebih lanjut, Basith menambahkan bahwa panitia juga memberikan kesempatan yang sama kepada siswa penyandang disabilitas untuk menampilkan potensi dan kebolehannya, baik dalam seni maupun pidato. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang terlibat atas partisipasi dan kerja sama dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin sebagai upaya pelestarian seni dan budaya daerah,” tutupnya.













