Polman, Komunika Nusantara. Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan teguran kepada pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Selasa (2/7/2024).
Teguran ini disampaikan Risma saat menemukan sikap tidak profesional dari pendamping yang tampak tidak serius dan tertawa ketika dinasehati terkait kondisi Marni bersama 3 anaknya yang tinggal di gubuk reot dalam hutan tidak terdata dan dilaporkan cepat.
“Jangan tertawa saya serius ini, Sorry loh!! ini bukan laporanmu, ini laporan teman-teman media,” ujarnya dengan nada tegas.
Menurut Risma, laporan dari media merupakan sumber informasi penting yang harus ditanggapi dengan serius, karena menggambarkan kondisi Ibu tiga anak ini memang miris.
“Saya langsung berangkat kesini setelah mengetahui informasi lewat pemberitaan media!! Saya tidak bisa tidur pikirkan ini saya ikut berdosa kalau tidak segera membantu ibu Marni beserta 3 anaknya,” Ujar Mensos RI.
Menteri Sosial berharap teguran ini menjadi pembelajaran bagi semua pendamping PKH di Polman untuk lebih profesional dan responsif dalam menjalankann tugasnya.
“Kalian harus mendata rumah yang ada di desa ini (Batetangnga) saya tunggu secepatnya,” Tegasnya lagi.
Menteri Sosial, Tri Rismaharini, juga berterima kasih kepada media yang telah memberikan informasi mengenai kondisi Marni dan ketiga anaknya melalui pemberitaan.
“Kalau tidak ada informasi dari media, saya mungkin tidak tahu kondisi Bu Marni dengan 3 anaknya,” ujar Rismaharini.
“Karena itu, saya atas nama pribadi dan Kementerian Sosial berterima kasih sebesar-besarnya. Sehingga ibu ini bisa terselamatkan, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya melihat kondisi rumahnya berada dihutan yang terjal,” Tambahnya.













