Polman, Komunika Nusantara. Rusdi, petani sekaligus pengusaha asal Kabupaten Polewali Mandar (Polman), menyatakan komitmennya untuk menerapkan sistem pertanian modern setelah mengikuti Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang berlangsung di Gorontalo.

Ajang nasional tersebut menjadi momentum bagi para petani dari seluruh Indonesia untuk bertukar pengalaman, mempelajari inovasi, serta mengadopsi teknologi pertanian terbaru.
Menurut Rusdi, keikutsertaannya dalam PENAS XVII tidak hanya sekadar mengikuti kegiatan, tetapi juga harus membawa manfaat nyata yang dapat diterapkan di daerah asalnya.

“Kehadiran kita di sini harus ada yang bisa kita peroleh dan manfaatkan ketika pulang nanti ke Polewali Mandar. Salah satunya adalah menerapkan pertanian modern dengan cara yang efektif dan efisien agar hasil produksi bisa lebih maksimal,” ujar Rusdi di sela-sela kegiatan PENAS XVII.

Ia menargetkan produktivitas pertanian, khususnya tanaman pangan, dapat mencapai 10 hingga 12 ton per hektare melalui penerapan teknologi dan metode budidaya yang tepat.

“Saya pikir itu bukan sesuatu yang mustahil jika dikerjakan dengan metode yang benar dan tepat sesuai SOP yang diberikan oleh Dinas Pertanian bersama Penyuluh. Mulai dari pola tanam, pemilihan benih unggul, pengelolaan lahan, pemupukan yang sesuai, hingga penggunaan alat dan mesin pertanian modern seperti drone pertanian,” jelasnya.

Rusdi yang juga merupakan owner jomblo Cell luyo, menilai bahwa berbagai inovasi yang ditampilkan dalam PENAS XVII memberikan banyak pelajaran berharga bagi para petani, terutama terkait pengenalan sistem pertanian modern berbasis teknologi yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan memperkuat swasembada pangan nasional.

Ia berharap para petani di Polewali Mandar semakin terbuka terhadap perkembangan teknologi pertanian dan berani beradaptasi dengan pola budidaya yang lebih maju.

“Kalau ingin hasil yang lebih tinggi dan biaya produksi lebih efisien, maka petani harus mulai berani bertransformasi. Pertanian modern adalah salah satu kunci untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” tambahnya.

Rusdi juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar khususnya bapak bupati H.Samsul Mahmud yang telah memberikan kesempatan kepada petani untuk mengikuti PENAS XVII di Gorontalo ini pada 20–25 Juni 2026 dan diikuti ribuan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman, inovasi, dan teknologi pertanian guna memperkuat ketahanan pangan nasional

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here